JAKARTA – Setelah berdiri selama 20 tahun sejak diluncurkan pada Maret 1997, Asosiasi Negara-negara Samudera Hindia (IORA) kini telah beranggotakan 21 negara. Jumlah itu mungkin akan bertambah pada akhir 2017.
Sekretaris Jenderal IORA KV Bhagirath mengatakan, saat ini salah satu negara yang menunjukkan minatnya untuk bergabung dengan IORA adalah Myanmar. Bahkan, negara Indo-China itu turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IORA 2017 meski dengan status nonanggota.
“Ada 21 anggota saat ini. Satu-satunya negara nonanggota yang menghadiri konferensi adalah Myanmar. Jadi, kami berharap Myanmar dapat menjadi anggota di masa depan,” kata Bhagirath kepada media usai memberikan keterangan pers terkait KTT IORA di Jakarta, Minggu (5/3/2017).
Bhagirath menambahkan, peluang Myanmar sangat besar untuk bergabung dengan IORA. Kehadiran menteri Myanmar pada KTT IORA ini membuat Bhagirath merasa optimis dan berharap Myanmar bisa bergabung pada akhir tahun ini.
Lebih jauh lagi Bhagirath memastikan situasi dalam negeri Myanmar yang saat ini dilanda konflik dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang ditujukan kepada negara itu tidak akan menghalangi IORA untuk menerima Myanmar.
“IORA tidak terlibat dengan masalah internal apa pun. Tidak ada masalah internal di dalam sebuah negara berarti tidak ada politik,” tutup Bhagirath.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.