“Presiden hidupnya tak tenang. Maju kena, mundur kena. Saya juga mengalami saat memimpin RI 10 tahun. Saya senang sekali beliau (Jokowi) bisa mendengarkan san saya bisa menjelaskan dan juga mendengar penjelasan dari beliau ini sehingga menjadi awal yang baik,” sambung SBY lagi.
“Karena tidak baik kalau ada miss-komunikasi, miss-informasi di antara beliau dengan saya ataupun di ntara kami-kami yang pernah memimpin negara ini. Ini harapan kami berdua. Saya lebih mendudukkan diri sebagai mantan presiden saja. Kita tidak masuk ke teknis karena itu akan mengalir saja,” tambahnya.
Tidak lupa, SBY juga melayangkan sanjungan terhadap pemerintahan RI saat ini yang terus-menerus punya peran di panggung internasional. Misalnya dengan sukses menggelar event Indian Ocean RIM Association (IORA), serta perjamuan terhadap Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia terus berperan di panggung Internasional. Kami juga mendiskusikan bahwa negara ini harus maju negara Pancasila, negara yang Bhinneka Tunggal Ika yang mengayomi semua,” tutur SBY lagi.
Terakhir, tercetus harapan pula dari SBY dan Jokowi, bahwa tradisi politik seperti ini bisa terus berjalan ke depannya antara kepala negara yang sebelumnya menjabat dengan suksesornya.