Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Tabrakan Dua Jumbo Jet di Bandara Spanyol Renggut 583 Nyawa

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 27 Maret 2017 |06:18 WIB
HISTORIPEDIA: Tabrakan Dua Jumbo Jet di Bandara Spanyol Renggut 583 Nyawa
Para penyintas dari Pan Am Flight 1736 melihat pesawat yang mereka tumpangi terbakar menjadi gumpalan api. (Foto: Ist)
A
A
A

TABRAKAN dua pesawat jumbo jet di Bandara Los Rodeos, Canary Island pada 27 Maret 1977 menjadi musibah terburuk dalam sejarah penerbangan dunia. Sebanyak 582 penumpang dan awak pesawat tewas dalam tabrakan maut itu.

Ironisnya, kedua pesawat Boeing 747 yang bertabrakan tidak seharusnya berada di bandara yang terletak di Tenerife, Spanyol itu. Pesawat Pan Am Penerbangan 1736 dan KLM Penerbangan 4805 dialihkan ke Los Reodeos karena ledakan bom di Bandara Gran Canaria, Spanyol yang merupakan tujuan mereka.

Serangan bom tersebut juga membuat sejumlah pesawat lainnya terpaksa dialihkan ke Los Rodeos, membuat bandara kecil itu kewalahan menampung kedatangan lalu lintas yang ramai. Akibatnya, petugas menara kontrol bandara terpaksa memarkir terlalu banyak pesawat di jalur taxi, jalur di mana pesawat berjalan pelan sebelum lepas landas.

Setelah Bandara Gran Canaria dibuka kembali, bandara Los Rodeos yang penuh memaksa pesawat Pan Am dan KLM untuk melakukan taxi di landasan yang sama, satu-satunya jalur yang dapat digunakan untuk mengambil posisi lepas landas. Di saat yang sama, masalah kabut yang sering melanda Los Rodeos terjadi, membatasi jarak pandang baik pilot mau pun petugas menara kontrol.

Pada 27 Maret 1977 pukul 4.40 sore jet KLM diizinkan untuk taxi di ujung landasan pacu, sedangkan jet Pan Am mengikuti di belakangnya untuk menunggu ruang yang dibuka saat KLM mulia lepas landas.

Sayangnya kabut tebal dan kondisi bandara yang kurang dikenal membuat pilot Pan Am tidak dapat melihat jet KLM dan bergerak ke posisi yang salah. Di sisi lain, pilot KLM yang tidak memahami bahasa Inggris beraksen kental dari petugas menara kontrol justru mulai mengambil ancang-ancang untuk lepas landas sebelum jet Pan Am pindah ke pinggir landasan.

Di saat-saat terakhir, pilot Pan Am yang melihat ke luar jendela melihat jet KLM melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Dia berteriak panik dan mencoba membelokkan pesawatnya menghindari tabrakan, namun sayang semua terlambat.

Jet KLM yang bergerak naik menyerempet bagian atas jet Pan Am sebelum jatuh menghantam landasan, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya. Jet Pan Am yang dihantam keras terbakar dan beberapa saat kemudian meledak dalam gumpalan api. Mereka yang selamat adalah penumpang Pan Am yang duduk di bagian paling depan jet Pan Am.

Dari 634 penumpang dan awak pesawat di kedua pesawat, hanya 61 penumpang dan awak Pan Am yang berhasil selamat.

Penyelidikan yang dilakukan otoritas penerbangan Spanyol menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan tragis itu adalah pilot jet KLM penerbangan 4805, Kapten Veldhuyzen van Zanten yang lepas landas tanpa izin dari menara kontrol. Maskapai Belanda itu mengakui kelalaian yang dilakukan krunya dan setuju untuk membayar kompensasi kepada kerabat para korban.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement