Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

290 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor, Kolombia Buka Penyelidikan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 06 April 2017 |11:06 WIB
290 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor, Kolombia Buka Penyelidikan
Otoritas Kolombia membuka penyelidikan terhadap bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menewaskan 290 orang (Foto: Luis Robayo/AFP)
A
A
A

BOGOTA – Sedikitnya 290 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya dinyatakan hilang setelah wilayah Mocoa, Kolombia, dilanda banjir bandang serta tanah longsor pada Sabtu 1 April 2017. Sekira 2.700 orang terpaksa mengungsi karena timbunan lumpur mengubur ribuan rumah di sekitar Mocoa.

Banyaknya jumlah korban membuat otoritas Kolombia membuka penyelidikan terhadap bencana tersebut. Penyelidikan akan berfokus pada regulasi bangunan dan apakah otoritas sudah melakukan serta merancang mitigasi bencana alam dengan baik.

“Ini bukan soal hukuman, tetapi soal pencegahan. Apa gunanya menghukum orang-orang sekarang setelah banyaknya korban tewas?” ujar inisiator penyelidikan tersebut, Edgardo Maya, mengutip dari BBC, Kamis (6/4/2017).

Penyelidikan lain juga dilakukan secara terpisah. Penyelidikan satu ini memfokuskan diri pada Gubernur Provinsi Putumayo, Wali Kota Mocoa, dan para pendahulunya. Sejumlah area di Mocoa, Provinsi Putumayo, masih tanpa persediaan air dan pasokan listrik. Polisi juga harus menurunkan unit khusus untuk mencegah para penjarah yang bisa saja mencuri barang-barang berharga milik korban bencana.

Sebagaimana diberitakan, tanah longsor dipicu oleh banjir bandang yang disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan. Akibatnya, Sungai Mocoa dan tiga anak sungainya meluap sehingga mengakibatkan bencana alam tersebut terjadi.

Saksi mata menuturkan, alarm peringatan tanda bencana sempat berbunyi saat bencana tanah longsor dan banjir bandang terjadi. Akan tetapi, kencangnya suara getaran bangunan menutupi suara alarm peringatan tersebut. Akibatnya, warga tidak sempat menyelamatkan diri selain karena faktor bencana terjadi pada dini hari waktu setempat.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement