Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Terbunuhnya Tokoh Revolusi Meksiko, Emiliano Zapata

Emirald Julio , Jurnalis-Senin, 10 April 2017 |06:00 WIB
HISTORIPEDIA: Terbunuhnya Tokoh Revolusi Meksiko, Emiliano Zapata
Emiliano Zapata tewas tertembak pada 10 April 1919 (Foto: El Informador)
A
A
A

SALAH satu tokoh penting di revolusi Meksiko adalah seorang pria bernama Emiliano Zapata. Ia menjadi inspirasi pergerakan Zapatismo. Sejarah mencatat 10 April sebagai hari di mana Zapata tewas ditembak.

Emiliano Zapata Salazar lahir di Desa Anenecuilco, Negara Bagian Morales, pada 8 Agustus 1879. Sebagaimana dikutip dari History.com, Senin (10/4/2017) Zapata dipaksa bergabung dengan tentara Meksiko pada 1908 atas usahanya untuk mengembalikan lahan milik desa yang diambil alih oleh pengusaha peternakan.

Namun Zapata bangkit usai revolusi pecah pada 1910, ia membuat pasukan yang berisi para petani asal wilayah Morelos. Dengan slogan “Tanah dan Kebebasan”, mereka mengobarkan perlawanan terhadap pemerintah Meksiko di bawah kepemimpinan Francisco Madero, yang dilanjutkan oleh Victoriano Huerta dan Venustiano Carranza.

Francisco Madero menyebut kelompok pimpinan Zapata sebagai barisan bandit. Pada November 1911, Zapata membuat dokumen yang dinamakan Plan de Ayala yang menyerukan reformasi tanah yang substansial.

Geram dengan pembuatan dokumen tersebut, Madero kemudian mengirimkan Tentara Federal untuk menghancurkan pergerakan Zapata yang dikenal dengan istilah Zapatista di Morelos. Tidak kira-kira, mereka menggunakan kebijakan pembumihangusan. Para tentara membakar desa dan memaksa para pria desa bergabung dengan tentara atau mengirim mereka ke kamp kerja paksa.

Namun strategi tersebut malah semakin menguatkan posisi Zapatista di mata para petani. Pasukan Zapata akhirnya berhasil mengusir tentara Madero dari Morales.

Madero kemudian dikudeta pada Februari 1913 dan membuat Victoriano Huerta menggantikannya. Namun pasukan koalisi yang dipimpin oleh Venustiano Carranza menggulingkan Huerta pada Juli 1914 dengan bantuan pasukan Zapata.

Zapata tidak mengakui kepempimpinan Carranza yang mengklaim sebagai pemimpin dari gerakan revolusi Meksiko. Zapara tetap memegang teguh dengan Plan de Ayala yang bertujuan utama untuk membantu para petani mendapatkan tanah.

Ajal Zapata mulai mendekatinya pada awal 1919 ketika Jenderal Pablo Gonzale memerintahkan Kolonel Jesus Guajardo untuk melancarkan operasi melawan Zapatista di wilayah pegunungan Huautla. Namun akibat skandal, Guajardo malah ditangkap dan dijebloskan ke penjara

Melihat hal tersebut, pada 21 Maret, Zapata memutuskan untuk menyelundupkan sebuah pesan untuk Guajardo. Pesan tersebut meminta Guajardo untuk berpindah dan bergabung dengan gerakan Zapata.

Sayangnya pesan itu malah jatuh ke tangan Gonzalez yang akhirnya meramu sebuah rencana untuk menjatuhkan Zapata. Pada rencana itu, Gonzalez memanfaatkan untuk menggunakan Guajardo.

Guajardo dipaksa berpura-pura akan bergabung dengan kelompok revolusi dan meminta bertemu Zapata untuk bertemu. Pada 10 April 1919, Zapata kemudian tiba di Hacienda de San Juan yang berlokasi di Chinamecca namun bukannya bertemu dengan Guajardo, ia malah disambut dengan timah panas yang ditembakkan oleh tentara Meksiko.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement