Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gereja Dibom, Umat Kristiani Mesir Berduka di Minggu Palma

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Senin, 10 April 2017 |06:46 WIB
Gereja Dibom, Umat Kristiani Mesir Berduka di Minggu Palma
Seorang jemaat Gereja Mar Girgis di Tanta, Mesir, menangis setelah tempat ibadahnya dihantam bom (Foto: Mohamed Abd el Ghany/Reuters)
A
A
A

UMAT Kristiani di seluruh dunia memperingati Minggu Palma, peristiwa di mana Yesus Kristus masuk ke Kota Yerusalem dan disambut sebagai Sang Juru Selamat sebelum akhirnya disalibkan lima hari kemudian. Prosesi yang berjalan khidmat sempat melintas di benak umat Kristen Koptik di Mesir ketika beribadah di gereja-gereja pada Minggu 9 April 2017.

Bukan kekhidmatan yang dirasakan, tetapi duka. Sedikitnya 45 orang tewas dalam dua ledakan yang terjadi di dua gereja berbeda. Ledakan pertama terjadi di Gereja Mar Girgis (Santo George), Kota Tanta, sementara ledakan kedua yang dikonfirmasi sebagai bom bunuh diri terjadi di Gereja Santo Markus, Kota Alexandria.

Pemimpin Tertinggi umat Kristen Koptik, Paus Tawadros II, sedang memimpin misa Minggu Palma di Gereja Santo Markus saat ledakan terjadi. Namun, ia berhasil selamat dari ledakan tersebut dan tidak mengalami luka sedikit pun. Pemilihan waktu serangan memunculkan pertanyaan apakah pengebom sengaja mengincar nyawa pemimpin salah satu aliran Kristen tertua di dunia itu.

“Setelah ledakan, semua nampak gelap tertutup asap. Ada kelalaian besar dalam hal keamanan, yang seharusnya ditingkatkan dari sekarang untuk menyelamatkan banyak nyawa,” ujar salah satu jemaat di Gereja Santo George, Edmond Edward, seperti dimuat Time, Senin (10/4/2017).

Edmond menerangkan, ledakan terjadi tepat di tengah-tengah gereja, di dekat altar. Pastor yang memimpin misa tersebut, Pastor Daniel, luka-luka akibat kuatnya ledakan. Warga setempat, Susan Mikhail mengatakan, korban luka-luka dibawa oleh jemaat dengan menggunakan mobil pribadi.

Kepala Kepolisian Tanta, Brigadir Jenderal Hossam Elddin Khlaifa, langsung dipecat dan digantikan Mayor Jenderal Tarek Hassouna usai kejadian tersebut. Sementara itu, Mufti Republik Arab Mesir sekaligus Grand Syaikh Al Azhar, Prof Dr Ahmad Thayyib, mengutuk keras dua serangan bom tersebut.

Pemimpin Tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, juga menyampaikan dukacita mendalam bagi korban tewas, korban luka-luka, dan keluarga korban. Ledakan terjadi hanya beberapa pekan menjelang kunjungan pria asal Argentina itu ke Mesir pada 28-29 April 2017.

“Saya mendoakan para korban tewas dan luka-luka. Semoga Tuhan mengubahkan hati orang-orang yang menebar teror, kekerasan, dan kematian, bahkan hati mereka yang memproduksi serta menjual senjata,” tutur Paus Fransiskus, seperti dimuat Reuters.

Umat Kristen Koptik yang merupakan minoritas, mengalami penindasan selama puluhan tahun sejak pemerintahan Presiden Hosni Mubarak hingga Mohammad Mursi. Tidak heran, umat Kristen Koptik mendukung kudeta terhadap Mohammad Mursi yang dipimpin oleh Jenderal Abdul Fattah el Sisi, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Pergantian kekuasaan membawa secercah harapan bahwa penyiksaan dan diskriminasi terhadap umat Kristen Koptik berkurang. Akan tetapi, diskriminasi masih saja berlangsung. Media-media Mesir sempat melaporkan bahwa gereja di Tanta sudah menjadi target pengeboman, yakni ketika sebuah bom berhasil dijinakkan pada penghujung Maret 2017.

“Di mana pemerintah? Tidak ada itu pemerintah!” teriak seorang umat bernama Maged Saleh di luar sebuah rumah sakit di Tanta. Pria berusia 27 tahun itu berhasil keluar dari gereja dengan selamat bersama ibunya meski lengannya dipenuhi darah.

Presiden Abdul Fattah el Sisi langsung menerbitkan status darurat selama tiga bulan usai melakukan pertemuan dengan Dewan Keamanan Mesir. Status tersebut masih harus menunggu pengesahan dari parlemen. Mayoritas legislator parlemen Mesir diketahui mendukung penuh el Sisi sehingga pengesahan status tersebut hanya bersifat formalitas belaka.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement