Mendengar kabar tak mengenakkan tersebut, sejumlah pihak mengecam, mengutuk, serta mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini “GPL” alias enggak pake lama! Karena kalau tidak, hal ini bisa jadi preseden buruk dan bisa jadi “tren” baru untuk meneror KPK dan para penyidiknya lagi.
"IPW (Indonesia Police Watch) khawatir jika kasus ini tidak segera diungkap dan pelakunya tidak segera ditangkap akan menjadi modus baru atau tren yang diikuti orang-orang tidak bertanggung jawab untuk meneror KPK dan para penyidiknya," cetus Ketua IPW Neta S Pane, Selasa (11/4/2017).
Tidak hanya dari berbagai lembaga macam IPW, ICW (Indonesia Corruption Watch), hingga DPR, bahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga ikut mengecam dan angkat bicara. Presiden Jokowi juga menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk bertindak.
"Itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras, dan saya perintahkan kepada Kapolri untuk cari siapa (pelakunya). Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab!" tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2017).
Soal dugaan, tentu dugaan kuatnya soal serangan terhadap Novel Baswedan ini mengacu pada kasus Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau E-KTP yang tengah diusut KPK, di mana Novel Baswedan juga terlibat dalam penyidikan sebelumnya.
Kasus yang melibatkan sejumlah nama besar pejabat negara baik legislatif maupun eksekutif. “Diduga kuat aksi serangan terhadap Novel kali ini, berkaitan erat dengan kasus korupsi E-KTP yang sedang diusut KPK,” timpal Koordinator ICW Adnan Topan Husodo.