Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aksi Bagi-Bagi Sembako Cederai Demokrasi Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 18 April 2017 |17:41 WIB
Aksi Bagi-Bagi Sembako Cederai Demokrasi Indonesia
Ilustrasi bagi-bagi sembako (Foto:Okezone)
A
A
A

JAKARTA - ‎Sekjen DPP Perindo, Ahmad Rofiq menilai masa tenang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta mengubah warna demokrasi Ibu Kota menjadi rasa sembako. Pasalnya, masa tenang Pilkada DKI telah "dihujani" aksi bagi-bagi sembako yang disinyalir dilakukan oleh timses petahana di seluruh wilayah Jakarta.

"Pertama yang saya ingin komentari adalah demokrasi pada masa tenang ini menjadi demokrasi rasa sembako. Demokrasi kita ini dijual murah. Ini yang membuat saya sebenarnya merasa kasihan," kata Rofiq dalam acara diskusi Redbons yang bertajuk 'Masa (tak) Tenang Marak Serangan Fitnah dan Sembako' di Gedung MNC News Center, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Rofiq menyayangkan sikap penegak hukum yang terkesan membiarkan aksi bagi-bagi sembako di Jakarta. Menurut dia, aksi yang terindikasi money politic itu dapat mencederai peradaban demokrasi yang telah lama dibangun di Indonesia.

"‎Dan membangun peradapan itu memerlukan waktu panjang dan kita menilai banyak hal yang membuat satu kepemimpinan ini tidak berpihak," imbuhnya.

Aksi "hujan" sembako, kata Rofiq,dapat merusak sistem demokrasi yang telah lama diperjuangkan oleh para pendiri bangsa. Ia berharap, para pelaku aksi sembako melakukan instrospeksi diri guna menjaga demokrasi yang baik di negeri ini.

"Hari ini kita menemukan satu pihak yang luar biasa merugikan dan saya berharap para pelaku melakukan instrospeksi karena ini merugikan demokrasi," tandasnya.

(Mufrod)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement