PARIS – Kerusuhan pecah di Ibu Kota Prancis, Paris beberapa saat setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup setelah rakyat memberikan suaranya dalam putaran pertama pemilihan presiden (Pilpres) Prancis. Protes kali ini serupa dengan unjuk rasa “Malam Barikade” sehari sebelumnya yang digelar untuk menentang pelaksanaan Pilpres.
Dilaporkan Sputnik, Senin (24/4/2017), polisi menggunakan peluru asap dan bergerak maju ke arah demonstran yang berusaha merusak pagar lapangan Place de la Bastille di pusat Kota Paris. Polisi kemudian mulai membubarkan massa.
Dilaporkan, seorang perempuan mengalami luka di lehernya di tengah terjadinya demonstrasi. Perempuan itu telah mendapatkan perawatan medis dari polisi yang berusaha mencegah pendarahannya.
Pemungutan suara Pilpres putaran pertama berakhir setelah TPS ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Di beberapa kota besar, panitia pemungutan suara bisa diperpanjang hingga pukul 20.00. Media Prancis dilarang oleh undang-undang memublikasikan hasil penghitungan sementara hingga TPS terakhir tutup.
Berdasarkan penghitungan cepat Kementerian Dalam Negeri Prancis, capres aliran ekstrem kanan, Marine Le Pen sementara unggul dengan 24,15 persen suara. Sementara saingan terdekatnya Emannuele Marcon hanya meraih 21,43 persen suara.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.