"Alhamdulillah kita sudah dua kali berturut-turut mudah-mudahan tahun depan kita raih lagi maka menjadi Parasamya Purna Karya Nugraha," kata Aher usai menerima penghargaan.
Aher mengungkapkan, program-program inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang telah diterapkannya berjalan dengan sukses. Seperti tiga aplikasi pelayanan publik yang baru baru ini telah diadopsi oleh 17 Provinsi di Indonesia dan menjadi pilot project KPK dalam pencegahan tindak korupsi. Aplikasi tersebut adalah pelayanan perizinan terpadu satu pintu, aplikasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Online berbasis tunjangan perbaikan penghasilan pegawai dan aplikasi e-samsat.
"Kita bersyukur karena program yang kita buat berjalan baik. Awalnya sama sekali tidak diniatkan untuk dapat penghargaan tapi ternyata pengakuan dari berbagai pihak di luar dugaan kita, tentu ini menyuntik jajaran Pemprov berkinerja lebih semangat lagi," ungkapnya.
Dalam penilaian untuk tahun ini kriteria yang dinilai menjadi lebih lengkap dengan ratusan indikator sehingga kompetisi antar daerah pun semakin ketat. Demikian disampaikan Taufik Budi Santoso, Kepala Biro Otda dan Kerjasama Pemprov Jabar yang juga hadir mendampingi Aher.
"Kriteria yang dinilai tahun ini lebih lengkap namun tetap akurat. Kompetisi antar daerah juga mejadi sangat nampak kita rasakan, namun Jabar masih konsisten mempertahankan pencapaian kinerja tahun sebelumnya,” jelas Taufik.