nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Pers: Dari Puluhan Ribu, Hanya 230 Media Massa yang Terverifikasi

Salsabila Qurrataa'yun, Jurnalis · Rabu 26 April 2017 13:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 26 337 1676703 dewan-pers-dari-puluhan-ribu-hanya-230-media-massa-yang-terverifikasi-afd8qUihWR.jpg Dewan Pers (Foto: Salsabila)

JAKARTA - Dewan Pers menyebutkan media yang belum terverifikasi dapat dikatakan media abal-abal. Adapun data yang dimiliki selama 2016, pertumbuhan media berita online di Indonesia mencapai sekira 43 ribu situs. Namun, hanya 230 yang terverifikasi.

"Baru 230 yang terverifikasi di Dewan Pers," ujar anggota Dewan Pers Ratna Komala saat memaparkan materi dalam diskusi di Kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Selain itu, Ratna mengungkapkan data yang diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika di 2016 terdapat 800 ribu situs yang terindikasi penyebar berita palsu dan ujaran kebencian. "Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Amerika, paling hangat itu pemilihan presiden (pilpres)," ujarnya.

Menurut Ratna, saat ini masyarakat lebih memilih untuk mengakses pemberitaan secara online. Namun, hanya sedikit media yang terverifikasi dan itu dapat memicu munculnya berita bohong atau hoax karena terdapat ribuan media.

"Dari UC Browser itu 95,4 persen masyarakat membaca konten berita dari smartphone. Dari TV 45,9 persen, 20,9 persen dari majalah dan koran. Banyak yang butuh berita sementara penyedia berita yang terverifikasi baru sedikit," paparnya.

Ia berharap, media yang sudah terverifikasi harus menjaga kaidah agar tidak kehilangan kepercayaan. Sebab, konsekuensi akan didapat media dari kehilangan kepercayaan masyarakat.

"Kalau media mainstream tidak menjaga kaidah yang harus dipatuhi, maka akan kehilangan kepercayaan. Faktanya banyak sekali yang juga menggunakan sumber abal-abal. Info yang tanpa verifikasi," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini