HOMPIMPA Alaium Gambreng! Seketika 4 anak yang membolak-balikkan telapak tangan dengan nada singkat itu, memperlihatkan sisi telapak tangan yang berbeda.
Dari satu cara pengundian unik dan legendaris ini, lahir pula bermacam-macam permainan tradisional. Karena dengan cara begitu, bisa menentukan siapa-siapa saja yang menempati posisi apa-apa dalam permainan tertentu.
Sebut saja Petak Jongkok misalnya. Di beberapa daerah, kadang disebutnya Tap Jongkok, ada juga yang menyebutnya Candak Ndodok. Namun ada pula disebutnya Litunggrak atau Dodokan.
Permainan ini juga terbilang murmer bingits. Enggak butuh duit, apalagi pulsa atau kuota internet. Cuma butuh lebih dari 1 anak dan sepetak lahan apa saja sebagai arenanya, seperti halnya permainan Petak Umpet.
Permainan Petak Jongkok butuh 1 anak buat “jaga” dan itu ya ditentukan seperti tadi- lewat pengundian “gambreng”. Intinya, permainan ini kejar-kejaran yang pastinya butuh fisik yang prima buat setiap player-nya.
Yang jaga akan mengejar teman-teman lainnya dan untuk menghindari kejaran, players harus jongkok secepat mungkin. Kalau sudah kena atau disentuh tangan oleh yang jaga, baru deh gantian yang satu jaga dan yang lain jadi player-nya.
Untuk sejarahnya, seperti belum ada penelitian yang mendetail tentang kapan dan bagaimana asal usul permainan ini tercipta.
Soal manfaat, hampir sama juga dengan Petak Umpet, yakni merangsang kreativitas, kecekatan, hingga sosialisasi dengan sebayanya yang sayangnya, justru mulai ditinggalkan akibat serbuan gadget dan console game.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.