Kepala BPOM Kepri, Yulius Sacramento Tarigan sebelumnya juga mengatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak).
Sebagai daerah perbatasan, kata dia, Provinsi Kepri sangat rawan terhadap peredaran produk-produk impor yang tidak memiliki izin edar dan tidak layak konsumsi.
"Kepri dekat dengan negara tetangga, sehingga potensi itu ada. Kami komitmen untuk melakukan pengawasan," kata dia.
Tingginya permintaan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan terlebih lagi Idul Fitri lanjutnya, berpotensi memicu peningkatan intensitas dan jumlah produk impor yang beredar ditengah-tengah masyarakat.
"Trennya seperti itu, jadi kami akan mengawasi produk-produk yang tidak terdafar dengan pengawasan secara reguler," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.