Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ingin Anak Masuk Polisi dengan Cara Instan, 6 Orangtua Tertipu Brimob Gadungan

CDB Yudistira , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2017 |16:23 WIB
Ingin Anak Masuk Polisi dengan Cara Instan, 6 Orangtua Tertipu Brimob Gadungan
A
A
A

BANDUNG - Sudah jatuh tertimpa tangga, berniat jadi polisi malah tertipu ratusan juta. Itulah yang dialami enam pria asal Medan yakni TS, ESP, RP, OS, MS dan SS. 

Keenamnya jadi korban penipuan yang dilakukan Metro Jupentinus Pernando Agustinus Limbong (34). Kasus tersebut berawal dari perkenalan para orang tua korban yang ingin mendaftarkan anak-anaknya untuk menjadi anggota polisi. Namun cara singkat yang pilih para orang tua korban berujung petaka. 

Bukannya malah menjadi anggota polisi seperti apa yang di cita-citakan, namun mahal uang yang disetorkan kepada pelaku, habis tak tersisa.

Mengaku berpangkat Iptu, dengan seragam‎ Brimob, pelaku menawarkan kepada para korbannya, untuk menjadi angota polisi. Namun untuk menjadi apa yang di inginkan, para korbanya diminta sejumlah uang oleh pelaku.

"Uang yang diminta variasi dari Rp100-200 juta," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana, Jumat (5/5/2017).

Yoris menuturkan, setelah menyanggupi untuk membayar sejumlah uang yang diminta oleh pelaku, para korban pun kemudian diberangkatkan ke Bandung. Metro beralasan untuk di berangkatkan sebelum pendidikan di Pusdik Brimob Watukosek.

Selama di Bandung, para korban diinapkan di sebuah‎ kost-kostan kawasan Dago. Mereka di latih fisik untuk kesiapan pendidikan.

Bahkan guna meyakinkan korban, Metro memberikan baju polisi lengkap selama di Bandung. Ia berdalih keenam korbannya itu harus dilatih sebelum diangkat menjadi anak didik.

"Mereka juga dilatih menembak," ungkapnya.

Kemudian di awal April, kecurigaan mulai timbul kecurigaan para korban. Mereka mempertanyakan kepada pelaku, kapan diberangkatkan pendidikan.

Pelaku pun berkilah, pada di awal Bulan Mei, mereka akan diberangkatkan pendidikan untuk menjadi angota polisi. Hal tersebut, dilakukan Metro karena uang yang diterima dari orang tua para korbannya belum sepenuhnya diterima. 

Selang satu minggu, apa yang diinginkan pelaku pun telah tercapai. Ratusan juta uang yang diminta dari para orang tua korban, telah terpenuhi. 

"Dari situ pelaku, menginformasikan kepada para korban untuk bersiap di awal Mei mereka akan berangkat pendidikan. Bahkan pelaku menyiapkan surat kepada para orang tua korban untuk lebih menyakinkan korbannya," tutur Yoris.

‎Dengan perasaan bangga, para orang tua para calon anggota Polri berdatangan ke Bandung. Disaat yang bersamaan pelaku pun pergi dari Kota Bandung.

"Saat di kontak untuk berangkat pelaku ini sudah tidak dapat di hubungi. Akhirnya mereka sadar, mereka telah kena penipuan dan melaporkan ke jajaran kami," katanya.

Berbekal laporan dan hasil pemeriksaan para korban, tim pun langsung menyelidikan kasus penipuan tersebut. Alhasil, didapat lokasi bersembunyinya Metro dan langsung disiapkan tim untuk dilakukan penangkapan. Akhirnya, subuh dini hari tadi pelaku berhasil diamankan di daerah Tasikmalaya, saat tengah berada di rumah sanak saudaranya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Yoris menyebut, Metro telah dua tahun melakukan aksi penipuan tersebut. Demi menipu para korbannya, Metro berpura-pura menjadi polisi. Dan mengaku kakak kandunganya merupakan seorang polisi berpangkat Irjen.

"Total kerugiannya capai Rp1 miliar," sebutnya.

Guna melakukan pengembangan, kasus penipuan ini diserahkan ke Polda Sumatera Utara. Hal tersebut, berdasarkan banyaknya korban di wilayah Sumatera Utara. (sym)

(Ulung Tranggana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement