Pembentukan itu resmi setelah adanya rapat 12 wakil serikat sepakbola lokal di “Kota Daeng” itu. Pembentukan MVB dengan jajaran pengurusnya diketuai ML Hartwig, serta E Bouvy sebagai wakil ketua.
Bedanya dengan klub-klub sepakbola di Pulau Jawa yang biasanya terklasifikasi kelas masyarakat, MVB justru sudah “ber-bhinneka”. Tim yang diisi dari para pemain dan staf yang sudah berbaur, baik itu orang Belanda, Tionghoa, sampai pribumi.
Selain sudah mulai punya nama di antara klub-klub lokal nusantara setelah resmi dibentuk, MVB atau PSM Makassar juga dikenal tim-tim luar Hindia Belanda. Pada 2 Juli 1928, bisa dibilang jadi catatan pertama PSM Makassar berlaga kontra tim asing, yakni tim nasional Australia.
Kala itu, tim asal Negeri Kanguru itu tengah mempersiapkan diri jelang Olimpiade 1928. PSM Makassar dianggap jadi lawan tanding yang tangguh jadi laga pemanasan mereka yang berkesudahan 2-1 buat kemenangan timnas Australia.
Dari MVB Menjadi PSM Makassar di Zaman Jepang
Nah kalau soal berubah nama dari MVB jadi PSM Makassar, tak lepas dari pergeseran kekuasaan di nusantara. 1942, Jepang masuk nusantara dan Hindia Belanda tingga kenangan.
Di zaman pendudukan Jepang, sudah lazim berbagai penamaan yang berbau Belanda dilarang. MVB juga terkena imbasnya lantaran banyak terdapat orang Belanda. Sejumlah orang Belanda di MVB ditangkapi.