TEHERAN - Pemerintah Iran berniat terus mengembangkan program rudalnya. Salah satu buktinya, Iran mengklaim telah membangun pabrik rudal balistik bawah tanah ketiga.
Program rudal Teheran sendiri selama ini memicu ketegangan dengan tetangganya Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).
”Pabrik bawah tanah ketiga Iran telah dibangun oleh Garda (Revolusi Iran) dalam beberapa tahun terakhir. Kami akan terus mengembangkan kemampuan rudal kami secara paksa," tulis kantor berita Fars mengutip Kepala Divisi Diragantara Garda Revolusi Iran Amirali Hajizadeh, yang dilansir Reuters, Kamis (25/5/2017).
Iran telah dijatuhi sanksi terbaru oleh AS sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden pada Januari 2017. Sanksi Washington tersebut merupakan respons atas peluncuran rudal Iran baru-baru ini.
Namun, Iran juga telah membalas dengan menjatuhkan sanksi terhadap sembilan individu dan 15 perusahaan AS yang dianggap terlihat kejahatan HAM dan bekerja sama dengan Israel.
Program rudal balistik Iran telah membuat Arab Saudi dan Israel prihatin. Program senjata Teheran itu dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan regional.
"Adalah wajar bahwa musuh kita Amerika dan rezim Zionis (Israel) marah dengan program rudal kami, karena mereka ingin Iran berada dalam posisi lemah," kata Hajizadeh.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.