Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lebih dari 130 Imam di Inggris Tolak Kuburkan Pelaku Serangan Teror di London

Silviana Dharma , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2017 |12:00 WIB
Lebih dari 130 Imam di Inggris Tolak Kuburkan Pelaku Serangan Teror di London
Serangan teror di London, Inggris. (Foto: Gabriele Sciotto/CBS News)
A
A
A

LONDON – Serangan teroris di London menewaskan tujuh orang dan melukai 48 lainnya. Di antara korban tewas adalah tiga pelaku serangan teror. Dan polisi sudah mengungkap identitas dua dari tiga pelaku, yakni Khuram Shazad Butt dan Rachid Redouane.

Polisi sudah mengantongi nama pelaku ketiga, tetapi mereka belum mau mempublikasikannya. Terlepas dari fakta itu, kini yang jadi permasalahan adalah pemakaman yang layak bagi para pelaku.

Muncul polemik di kalangan komunitas Muslim di Inggris mengenai perlunya memakamkan teroris. Faktanya, lebih dari 130 Imam di Inggris menolak menguburkan pelaku serangan teror di London pekan ini.

Dalam penjelasannya, para imam itu mengatakan kalau terorisme sama sekali bukan cerminan Islam. Oleh karena itu, pelaku teror pun bukanlah penganut agama Islam sehingga tidak bisa mereka kuburkan dengan cara Islam.

“Kami sangat terluka karena serentetan serangan teror di negara kita, yang sekali lagi dilakukan oleh pembunuh yang memakai agama untuk membenarkan aksinya. Kami di sini bermaksud mengklarifikasi bahwa tindakan tercela mereka tidak dapat dibenarkan maupun mendapat simpati dari kami,” tegas seorang pemuka agama Islam di London, Imam Abdullah Hasan, seperti disitat dari CNN, Selasa (6/6/2017).

Dia menyebut para pembunuh itu sebagai orang yang keji. Tujuan mereka menurutnya hanya untuk memecah belah masyarakat di Inggris dan menanamkan ketakutan.

“Kami pastikan mereka gagal mencapai tujuan itu. Kami memohon agar semua orang tetap bersatu, kita adalah satu komunitas. Dalam menghadapi tindakan pengecut semacam itu, tidak seperti teroris, kita harus menjunjung tinggi cinta dan kasih sayang,” pintanya.

Ribuan Muslim di seluruh penjuru dunia juga mengecam aksi terorisme yang marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebut saja, di antaranya tragedi teror di Paris, Brussels, New York hingga bom Manchester serta terakhir penabrakan brutal di Jembatan London dan penusukan di Pasar Borough, Inggris, pada Minggu 4 Juni 2017 dini hari waktu setempat.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement