nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korut Bebaskan Mahasiswa AS dengan Alasan Kemanusiaan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 15 Juni 2017 12:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 15 18 1716715 korut-bebaskan-mahasiswa-as-dengan-alasan-kemanusiaan-q7SBgXuLPu.jpg Petugas membawa seorang pemuda yang diyakini sebagai Otto Warmbier (Foto: Bryan Woolston/Reuters)

PYONGYANG – Kabar baik diterima keluarga dari mahasiswa Amerika Serikat (AS), Otto Warmbier, yang sempat ditahan oleh rezim Korea Utara (Korut). Pemuda berusia 22 tahun itu dibebaskan oleh Pyongyang dan sudah diterbangkan kembali menuju negara asalnya.

Korut mengatakan pembebasan Otto Warmbier dilakukan atas dasar kemanusiaan. Mahasiswa jurusan ekonomi di University of Virginia itu sebelumnya dipenjara selama 17 bulan oleh Korut. Lewat kantor berita KCNA, Korut menjelaskan pembebasan tersebut dilakukan sesuai keputusan pengadilan pada Selasa 13 Juni 2017.

“Sesuai keputusan Pengadilan Sentral DPRK tertanggal 13 Juni, warga negara Amerika Otto Warmbier yang menjalani hukuman kerja sosial dikembalikan pada 13 Juni atas dasar kemanusiaan,” demikian dilaporkan KCNA, mengutip dari Reuters, Kamis (15/6/2017).

Pembebasan Otto dilakukan setelah utusan khusus Kementerian Luar Negeri AS, Joseph Yun, datang langsung ke Pyongyang untuk meminta pembebasan atas alasan kemanusiaan. Otto Warmbier ditahan sejak Januari 2016 dan dihukum 15 tahun kerja paksa pada Maret 2016.

Namun, pemuda asal Ohio itu diketahui dibebaskan dalam kondisi koma. Kedua orangtua Otto sebelumnya sudah diberi tahu bahwa anaknya akan dibebaskan. Akan tetapi, mereka tidak menyangka putranya itu akan dikembalikan dalam keadaan koma.

“Otto sudah meninggalkan Korut. Ia sedang dalam perjalanan pulang sekarang. Ini menyedihkan karena ia pulang dalam keadaan koma. Kami baru tahu pekan lalu kalau ia sudah koma sejak Maret 2016,” ujar Fred dan Cindy Warmbier.

Washington Post melaporkan, Otto Warmbier dalam keadaan koma karena mengidap penyakit Botulisme, yaitu penyakit langka yang menyebabkan kelumpuhan. Warmbier sudah mengidap penyakit itu usai sidangnya pada Maret 2016. Seorang pejabat senior AS yang namanya dirahasiakan menerima laporan intelijen bahwa Warmbier berulang kali dipukuli saat berada di tahanan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini