Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Prancis Menyerah ke Bawah 'Ketiak' Jerman

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 17 Juni 2017 |06:02 WIB
HISTORIPEDIA: Prancis Menyerah ke Bawah 'Ketiak' Jerman
Seorang warga Prancis menangis ketika pasukan Jerman mengambil alih Paris. (Foto: National Archives)
A
A
A

PRANCIS mengalami kejatuhan telak pada 17 Juni 1940, tepat 77 tahun yang lalu pada hari ini. Negeri Mode sebenarnya sudah berupaya yang terbaik untuk mencegah Jerman menguasai mereka. Akan tetapi, pengaruh Nazi begitu kuat pada masa itu.

Setelah Kota Dunkirk jatuh ke tangan Jerman pascaevakuasi tentara Inggris, Paris digempur habis-habisan. Otoritas Prancis seperti tak berdaya. Mereka kewalahan karena sebagian besar pasukannya yang paling terlatih justru terasing di Belgia bagian utara pascaserangan Guderian. Sementara mereka yang tersisa di dalam negeri, kurang terlatih dan jumlahnya juga minim.

Jerman yang dipimpin Adolf Hitler memanfaatkan betul kesempatan ini. Meskipun Prancis terus memberikan perlawanan, kedatangan panzer Jerman mau tak mau memukul mundur mereka. Pada 10 Juni, Paris ditinggalkan.

Jenderal Charles de Gaulle siaran dari Inggris. (Foto: Wiki Commons)

Dalam waktu empat hari, Ibu Kota Prancis jatuh ke pelukan Jerman tanpa perlawanan. Hal ini mengakibatkan Perdana Menteri Prancis Paul Reynauld dipecat. Posisinya digantikan oleh pria yang dianggap pahlawan selama Perang Dunia I, Marsekal Henri Petain.

Di bawah kekuasaan Petain, Prancis mengumumkan niatnya untuk menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Nazi. Namun seperti diulas History, Sabtu (17/6/2017), rencana itu ditentang oleh Jenderal Charles de Gaulle. Lewat siaran ke Prancis dari Inggris, dia mendesak bangsanya untuk terus berjuang melawan Jerman.

Bagaimana pun, posisi Prancis sudah di ujung tanduk. Perjanjian gencatan senjata tetap disahkan pada 22 Juni. Pada tahap ini, sebagian besar wilayah Prancis diserahkan begitu saja oleh Petain ke bawah pendudukan De Panzer. Syarat lain menyebut, Petain dimutasi jadi Gubernur negara bagian Vichy, kota di Prancis yang belum diambil alih Jerman.

Pada 1942, seorang fasis Prancis bernama Pierre Laval berhasil merebut hati Nazi dan mendapatkan kepercayaan The Fuhrer. Nazi pun berpaling dari Petain si Marsekal Tua. Apapun itu, kedua orang ini sudah membuat Prancis menjadi kacung Jerman, dan terlibat dalam pembantaian etnis Yahudi.

Petain dan Laval menuai perbuatan mereka ketika pasukan Sekutu menyerbu Normandy pada Juni 1944. Mereka kabur ke bawah ketiak Jerman di timur Prancis. Namun mereka tertangkap jua dan dinyatakan bersalah karena melakukan pengkhianatan tertinggi kepada negara. Sekutu memvonis mereka hukuman mati.

Laval dieksekusi pada 1945. Sementara Petain bebas dari hukuman maut. Tetapi dipenjara seumur hidup setelah pemimpin Prancis yang baru, Jenderal Charles de Gaulle memberi keringanan. Petain meninggal di Ile d’Yeu, sebuah pulau nun jauh di Vendee, Prancis pada 1951.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement