Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Suling Kapal dan Nyanyian Nakhoda Pelabuhan Merak

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Kamis, 22 Juni 2017 |05:00 WIB
Suling Kapal dan Nyanyian Nakhoda Pelabuhan Merak
Kapal di Pelabuhan Merak. (Putera N/Okezone)
A
A
A

MERAK – Sekira tiga hari lagi, umat muslim bakal merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah. Para perantau asal Sumatera pun mulai meninggalkan Pulau Jawa untuk merayakan momen suci dengan sanak saudara di kampong halaman.

Sebagai pelabuhan penghubung Pulau Jawa-Sumatera, Pelabuhan Merak kini mulai diserbu para pemudik. Namun, dibalik padatnya arus mudik, kapal laut di Pelabuhan Merak memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri saat bersandar. 

'Suling Kapal', begitu masyarakat setempat atau pemudik menyebutnya. Layaknya ‘telolet’, yang sempat tenar dari klakson bus, suling kapal tak sembarangan dibunyikan oleh nahkoda kapal.

Terlebih jumlah bunyi suling kapal itu menandakan hal penting bagi petugas dan penumpang.

Ketika nahkoda kapal membunyikan satu kali suling, artinya kapal tersebut akan bersandar di pelabuhan untuk membongkar dan memuat penumpang. Berbunyi dua kali, kapal itu memberikan peringatan bahwa, persiapan sudah akan selesai dan siap untuk berlayar. Kemudian pada 'tiupan' ketiga, kapal tersebut meninggalkan pelabuhan menuju lokasi tujuan. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement