4 Target Pelaksanaan Operasi Ketupat 2018

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 06 Juni 2018 10:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 06 337 1907160 4-target-pelaksanaan-operasi-ketupat-2018-UZwCrPibOX.jpeg Apel pengamanan Arus Mudik 2018 (Foto: Puteranegara)

JAKARTA - Operasi Ketupat 2018 untuk mengamankan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H resmi dimulai setelah adanya gelar apel pasukan hari ini. Kegiatan itu akan berlangsung selama 18 hari, mulai tanggal 7 sampai 24 Juni.

Operasi itu akan melibatkan 177 ribu aparat gabungan dari TNI, Polri dan aparat cadangan Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia demi melancarkan pelaksanaan Lebaran.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, setidaknya ada empat target yang menjadi tujuan digelarnya dari Operasi Ketupat 2018. Pertama adalah, mengamankan jalur arus mudik dan balik masyarakat.

"Pengamanan arus mudik dan balik. Selama ini sudah cukup banyak perbaikan khususnya infrastruktur dan dari hasil pengecekan relatif akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Tinggal kami kerja keras untuk urai titik macet dan menekan angka kecelakaan," kata Tito saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (6/5/2018).

 Apel pengamanan arus mudik 2018

Selanjutnya adalah, menstabilkan harga pangan agar tidak terjadi inflasi yang memberatkan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok untuk Hari Raya Idul Fitri. Permasalahan ini sudah mulai diawasi sejak proses pendistribusian.

"Selama kurang lebih dua bulan terakhir lebih kurang ada 495 kasus yang berhubungan dengan masalah bidang pangan dilakukan dalam langkah menjaga distribusi pangan tidak terjadi anomali atau tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan mafia atau kartel pangan," tutur Tito.

Lalu, Operasi Ketupat ini juga bertujuan untuk menekan angka kejahatan yang marak terjadi di sekitaran masyarakat, seperti premanisme, copet dan jambret. Nantinya, saat menjelang Lebaran, aparat kepolisian akan meningkatkan keamanan di stasiun, bandara dan pelabuhan.

"Sebelumnya, kami sudah lakukan operasi cipta kondisi penyakit masyarakat. Ratusan tersangka dilakukan tindakan hukum di seluruh Indonesia," tutur Tito.

Target yang keempat, adalah untuk mengamankan Hari Raya Idul Fitri dari serangan aksi terorisme. Mengingat, sebulan belakangan, aksi radikalisme meresahkan masyarakat, seperti bom di Surabaya dan penyerangan Mapolda Riau.

Menurut Tito, kelompok terorisme kerap memanfaatkan hari raya sebagai ajang untuk menebarkan teror dan rasa ketakutan. Oleh karenanya, dia berpesan kepada seluruh jajarannya untuk terus waspada dan bersiaga.

"Karena bagi pelaku di bulan suci sering lakukan aksi berkaca dari tahun sebelumnya," ungkap Tito.

Selain empat target tersebut, Operasi Ketupat ini juga akan menyiapkan antisipasi yang diluar kendali hendak manusia, seperti bencana alam, letusan Gunung Merapi, gelombang laut, dan gempa bumi.

"Ini juga kami siap jika nanti ada keadaan kontigensi dimasa operasi 18 hari cepat membantu masyarakat," tutup Tito.

 Apel pengamanan arus mudik 2018

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini