LISBON - Pihak berwenang di Portugal menyelidiki bagaimana sekelompok pencuri berhasil masuk ke gudang senjata nasional dan kabur dengan sejumlah besar senjata termasuk granat anti-tank, bahan peledak plastik dan lebih dari 1.400 butir amunisi. Pencurian yang terjadi di kompleks militer Tancos, 100km timur laut Lisbon itu, diketahui pada Rabu pekan lalu.
Menteri pertahanan Portugal, José Azeredo Lopes, mengatakan pencuri tersebut memotong pagar perimeter, dan dia menyebut aksi tersebut "sangat profesional" dan merupakan pelanggaran keamanan serius. Lopes mengatakan bahwa mitra Portugal di NATO dan Uni Eropa telah diinformasikan tentang insiden tersebut.
Situs berita Spanyol, El Español menerbitkan inventaris barang-barang yang dicuri yang didapat dari sumber kontra-terorisme Spanyol. Di antara barang-barang itu adalah 1.450 magasin 9mm, 18 granat gas air mata, 150 granat tangan, 44 granat anti-tank dan 264 unit bahan peledak plastik.
"Tidak ada keraguan bahwa barang-barang itu sekarang masuk ke pasar senjata ilegal dan nantinya bisa digunakan untuk berbagai tujuan, seperti terorisme,” kata saat Lopes ditanya mengenai kemungkinan senjata tersebut jatuh ke tangan teroris sebagaimana dikutip dari Guardian, Selasa (4/7/2017).
Pihak berwenang Portugal telah mengakui bahwa sistem pengawasan video telah rusak selama dua tahun. Disebutkan bahwa militer Portugal meningkatkan keamanan di gudang persenjataannya, membangun kembali pagar di sekeliling kompleks Tanco dan memasang perangkat CCTV baru.