Tangkap 5 Pelaku Pembunuhan Sadis di Medan, Polisi 3 Kali Keluarkan Tembakan

Agregasi Waspada Online, · Kamis 13 Juli 2017 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 13 340 1735293 tangkap-5-pelaku-pembunuhan-sadis-di-medan-polisi-3-kali-keluarkan-tembakan-89KaTqgWyU.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

MEDAN – Petugas gabungan Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Satreskrim Polres Asahan, Unit Reskrim Polsek Pulau Raja, dan Bandar Pulau menangkap lima pelaku pembunuhan yang terjadi di Desa Lobu Rappah, Bandar Pulau, Kabupaten Asahan.

Kelima tersangka yang diamankan yakni Rudy Purba (27), eksekutor, warga Dusun I Desa Lobu Rappah, Ahmad Bukhori (26), eksekutor, warga Titi putih, Kecamatan Gunung Melayu, Agus Salim Hasibuan (34), penadah, warga Simpang 3 Rahuning, Nardi Pasaribu (23), eksekutor, warga Dusun II Desa Lopu Rappa dan Nurhasanah Br Siregar (23), otak pelaku, warga Dusun 3 Desa Lopu Rappa.

Dari kelima tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban, 4 unit HP, satu buah balok, satu buah sprei dan satu bilah pisau.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah melalui Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu mengatakan, awalnya petugas mengamankan Rudy Purba dan Akhmad Bukhori di daerah Damuli Kebun Dusun 1 Desa Kampung Lalang, Kabupaten Labura.

“Kemudian kami melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Agus di rumahnya, sementara tersangka Nardi dan Nurhasanah diamankan di Desa Lobu Rappa,” sebutnya, Kamis (13/7/2017),

Berdasarkan hasil interogasi tersangka Rudy, Bukhori dan Nardi berkumpul di Kilometer 8 Dolok Maraja untuk merencanakan pembunuhan terhadap korban. Kemudian, pada Senin dini hari, ketiga pelaku melakukan pembunuhan dengan peran masing-masing.

“Saat itu Rudy masuk ke dalam rumah dan melakukan pemukulan dengan balok sebanyak 3 kali dan penusukan terhadap korban dengan 3 tusukan di bagian belakang. Bukhori masuk ke dalam dan melakukan penusukan terhadap korban yang kedua. Sementara Nardi bertugas sebagai orang yang mensurvei dan mengawasi di luar rumah korban,” katanya.

Selanjutnya, kata Faisal, pada hari Senin sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka Bukhori dan Rudy menjual HP ke Agus di Simpang 4, kemudian pada hari Selasa pukul 01.30 WIB, tersangka melarikan diri ke daerah Damuli.

Motif pembunuhan yang dilakukan Nurhasanah alias Cencen yakni karena ketakutan dimana korban mengecek data peminjam yang telah dipalsukan oleh tersangka. Di mana korban, Klara Br Sialagan adalah rentenir dan Nurhasanah sebagai anak buah korban.

“Pada saat penangkapan, ketiga eksekutor melakukan perlawanan kepada petugas dan mencoba melarikan diri, sehingga petugas menghadiahi ketiganya dengan tindakan tegas dan terukur,” terangnya.

Diketahui, pembunuhan ini sendiri diketahui saat saksi atas nama Parlin Sirait (26) warga Dusun III, Desa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, pulang ke rumah bibinya sehabis menghadiri acara undangan di Air Joman, Selasa dini hari.

Setelah masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang terbuka, saksi melihat di dalam kamar bibinya yang tidak tertutup pintu, di mana ibunya Klara Br Sialagan (56) dan bibinya Nursi Br Sirait (54) terbaring di tempat tidur dan lantai dalam keadaan bersimbah darah.

Melihat hal tersebut, saksi langsung mengecek keduanya dan ternyata telah meninggal dunia. Selanjutnya saksi pergi ke rumah Nurmawati Br Pasaribu untuk memberitahukan hal tersebut. Masyarakat kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandar Pulau. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat luka tusuk sebanyak 4 liang di punggung belakang Klara Br Sialagan dan 6 tusuk di punggung belakang Nursi Br Sirait.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini