CALIFORNIA – Kejahatan akhir-akhir ini makin meningkat. Selain meningkat, kejahatan yang dilakukan terkadang tidak diketahui tujuannya dan terkesan konyol. Seperti halnya yang dilakukan oleh dua pria ini di gereja yang berada di California.
Dua pria yang dalam keadaan telanjang dan membawa senapan diketahui memasuki Gereja Greg Laurie di Irvine, California, Amerika Serikat (AS) pada Rabu 30 Agustus malam waktu setempat. Tim SWAT yang dilengkapi dengan senapan berhasil menangkap pria tersebut lalu memborgol mereka dan membawa mereka keluar tetap dalam keadaan telanjang.
Menurut laporan yang dilansir dari Premier Christian Radio, Sabtu (2/9/2017), awalnya seorang satpam melihat kedua pria tersebut berjalan ke lobi gereja dan membawa senapan. Kedua pria yang juga dalam keadaan telanjang tersebut pun langsung membarikade diri mereka di dalam gereja. Peristiwa itu pun berlangsung selama dua jam.
Greg Laurie, pendeta dari gereja tersebut , mengatakan bahwa polisi tiba di tempat kejadian beberapa menit setelah mendapat laporan dan menangkap para tersangka setelah menemukan mereka berada di suatu ruangan di gereja tersebut. Setelah diperiksa, senjata yang mereka bawa adalah senjata palsu.
Dalam sebuah posting-an di Facebook, Laurie menambahkan bahwa bangunan gereja mengalami sedikit kerusakan akibat insiden tersebut namun tidak ada yang terluka. Polisi mengatakan bahwa motif dari dua pria tersebut masih belum diketahui.
Meski telah terjadi insiden tersebut, pelayanan Gereja Greg Laurie ini tetap berlanjut seperti biasa namun keamanan yang tinggi.
“Kami yakin situasi dapat teratasi, semua layanan dan program kami akan berlanjut seperti biasa, namun kami melakukan tindakan pengamanan tambahan untuk beberapa waktu ke depan. Kami menghargai usaha luar biasa dari pemerintah daerah dan berterima kasih kepada Tuhan atas doa dan dukungan berlimpah dari masyarakat kita. Kenyataan bahwa situasi teratasi dengan cepat membuktikan profesionalisme Kepolisian Irvine dan juga terhadap keselamatan kepada kami,” ungkap Laurie melalui posting-an di Facebook pribadinya. (pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)