PERJUANGAN selama 30 tahun melawan kaum kulit putih yang menginvasi tanah kelahirannya harus berakhir. Geronimo, sang pejuang dari suku Indian Apache, akhirnya menyerah kepada tentara Amerika Serikat (AS) di Tebing Tengkorak, Arizona, pada 4 September 1886.
Semasa hidupnya, Geronimo yang dikenal dengan nama lain Goyalkla, mengalami sejumlah tragedi memilukan. Tentara Meksiko membunuh istri dan anak-anaknya dalam sebuah serangan di Chihuahua. Meski kemudian ia menikah lagi dan membangun keluarga baru, luka yang dalam itu meninggalkan dendam membara bagi Meksiko.
Pejuang asli suku Indian itu beroperasi di sekitar perbatasan antara Meksiko dengan AS, tepatnya antara Sierra Madre dan Arizona. Ia selalu berhasil memimpin kelompok berisi 50 orang untuk mengusir para penjajah dari tanah suku Apache selama puluhan tahun.
Geronimo tidak pernah belajar cara menyandang senjata, tetapi dia membekali bala pasukannya dengan senjata api modern yang berhasil dicuri. Ia juga mahir menggunakan teropong untuk mengawasi musuh selama perjuangan tersebut.
Ia dikenal sebagai seorang pengatur strategi yang brilian. Pengetahuan yang luas akan kondisi padang pasir yang gersang menjadi keuntungan terbesar baginya. Selama bertahun-tahun, Geronimo dan pasukannya berhasil memukul mundur pasukan pimpinan dua komandan militer AS, Jenderal George Cook dan Jenderal Nelson Miles yang ditugaskan untuk menyingkirkan suku asli Indian.