Share

Ngeri! Jepang Sebut Bom Hidrogen Korut Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 05 September 2017 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 05 18 1769712 ngeri-jepang-sebut-bom-hidrogen-korut-lebih-dahsyat-dari-bom-atom-hiroshima-Vg5cZfVQMT.jpg Kim Jong-un saat memberi pengarahan terkait senjata nuklir Korut. (Foto: Reuters)

TOKYO - Jepang menyatakan bahwa bom hidrogen yang baru-baru ini diuji oleh Korea Utara (Korut) mungkin lebih dahsyat daripada yang diperkirakan. Bom tersebut melebihi kekuatan bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera mengatakan, Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty Organization (CTBTO) kemungkinan akan mengubah perkiraannya mengenai kekuatan senjata nuklir yang diuji pada Minggu kemarin oleh Korut. Pasalnya, bom tersebut mungkin lebih destruktif dari perkiraan semula.

Pada hari Minggu, Korut mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguji sebuah bom hidrogen yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua.

(Baca juga: Korut Uji Bom Hidrogen, AS: Kami Tak Ingin Perang, Tapi Kesabaran Ada Batasnya!)

"Sekarang ada kemungkinan bahwa organisasi (CTBTO) akan mengubah peringkat dari 5,9 menjadi 6,0. Ini berarti bahwa kekuatan peledak dan kekuatan muatan yang diuji lebih dari yang kita harapkan," kata Onodera.

"Tidak ada keraguan bahwa hal itu melebihi kekuatan dari bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki," sambung Onodera seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (5/9/2017).

(Baca juga: Tak Hanya 'Takuti' Korut dengan Simulasi Peluncuran Rudal, Korsel Juga Sebar 4 Sistem Anti-Rudal Baru)

Menurut perkiraan sebelumnya, CTBTO mengukur besarnya getaran dari ledakan mencapai 5,8. Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, bom tersebut menghasilkan daya ledak hingga 70 kiloton.

Mengomentari uji coba nuklir Korut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa tindakan Pyongyang adalah tindakan bermusuhan dan berbahaya. Ia lantas menekankan bahwa pembicaraan tentang peredaan ketegangan tidak akan berjalan baik. Dia juga menegaskan kembali kesiapan AS untuk melindungi wilayah dan sekutunya dengan menggunakan berbagai kemampuan diplomatik, konvensional, dan nuklir.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini