SEMARANG - Polda Jateng menetapkan status Siaga I selama tiga hari menanggapi isu terjadinya pengepungan Candi Borobudur yang akan digunakan sebagai tempat aksi solidaritas untuk muslim Rohingya.
Polisi akan menerapkan pola pengamanan berlapis untuk mencegah pengunjuk rasa menerobos kawasan candi yang menjadi keajaiban dunia itu.
“Polda Jateng Siaga I pada Kamis, Jumat, dan Sabtu, jadi selama tiga hari. Yang jelas tidak akan ada yang bisa masuk ring 1 Candi Borobudur. Nanti ada kawasan pengamanan di ring 2, pengamanan ring tiga,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat Polri di Mapolda Jateng, Selasa 5 September 2017.
Baca Juga: Kedubes Myanmar Dilempar Molotov, Wiranto: Itu Bukan Demo tapi Sudah Merusak, Kita Tangkap!
Meski demikian, dia menyatakan kawasan Candi Borobudur masih tetap dibuka untuk wisatawan. Sementara warga yang hendak menyampaikan empati terhadap tragedi kemanusiaan muslim Rohingya, bisa dilakukan di masjid-masjid terdekat.
“Apalah nanti akan ada penutupan (Candi Borobudur), yang jelas penutupan untuk yang akan melakukan aksi. Sedangkan bagi wisatawan asing yang jauh-jauh kita akan koordinasik dan dengan pihak pengelola. Kita berharap wisatawan-wisatawan asing itu juga tidak ada gangguan,” lugasnya.
Baca Juga: Mendagri Imbau Dukungan untuk Rohingya Tak Sampai Turun ke Jalan
Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir marak beredar informasi digelarnya aksi solidaritas yang akan dilakukan sejumlah ormas dengan mengerahkan jutaan orang di Candi Borobudur, Jumat 8 September. Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim Rohingya yang saat ini tengah dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.