FLORIDA – Badai Irma yang menerjang beberapa area di Amerika Serikat (AS) membawa hujan deras dengan angin yang memiliki kecepatan 293 kilometer per jam ini setidaknya telah memakan 14 nyawa di Karibia. Badai tersebut membuat perjalanan via laut ke pulau tropis tersebut akan terganggu pada akhir pekan ini.
Menjelang terjangan Badai Irma, perumahan Mar-a-Lago milik Presiden AS Donald Trump di Palm Beach, Florida, terlihat dikosongkan. Pasalnya pihak berwenang setempat memerintahkan agar semua orang dievakuasi dari area tersebut dan segera pergi ke luar kota maksimal pada Jumat 8 September pukul 17.00 waktu setempat, seperti yang dilansir oleh The Sydney Morning Herald, Jumat (8/9/2017).
Selain itu, Badai Irma dikhawatirkan akan mengancam pasokan listrik di Florida seperti halnya Badai Harvey di Texas, yang nantinya akan menurunkan jaringan listrik, mematikan pembangkit nuklir, dan membuat jutaan rumah dalam kegelapan selama berminggu-minggu.
"Ketika Harvey menerjang Texas, badai tersebut bisa mereda dengan cukup cepat. Namun Irma, bagaimanapun, dapat mempertahankan sebagian besar kekuatannya," kata Jason Setree, seorang ahli meteorologi di Commodity Weather Group.
Sekadar diketahui, Badai Irma telah menghantam wilayah AS sejak Rabu 6 September. Sebanyak 14 orang dikabarkan tewas akibat badai tersebut. Terjangan Badai Irma juga telah membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
Kini, Badai Irma terus bergerak ke wilayah lain di AS. Florida menjadi salah satu wilayah yang diprediksi akan turut dihantam badai tersebut. Untuk menghadapi terjangan angin kencang itu, masyarakat telah melakukan berbagai persiapan.
BACA JUGA: Antisipasi Badai Irma, Kebun Binatang Miami Mulai Evakuasi Hewan