Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

London-Pyongyang Lebih Dekat, Menlu Inggris: Program Nuklir Korut Harus Dihentikan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Minggu, 10 September 2017 |23:03 WIB
London-Pyongyang Lebih Dekat, Menlu Inggris: Program Nuklir Korut Harus Dihentikan
Menteri Luar Negeri Inggris Michael Falon (Foto: Sky News)
A
A
A

LONDON – Ancaman program nuklir dan rudal balistik Korea Utara (Korut) semakin nyata usai uji coba bom hidrogen pekan lalu. Sejumlah negara langsung hiruk-pikuk melakukan antisipasi dengan menggelar latihan militer jika sewaktu-waktu Korut kembali melancarkan tindakan provokatifnya.

Inggris tidak mau ketinggalan dalam menyikapi ancaman tersebut. Meski tidak pernah secara eksplisit menyatakan akan menyerang Inggris, tidak ada yang menjamin bahwa rudal Korut tidak akan mendarat di Negeri Ratu Elizabeth. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Inggris Michael Falon.

Ia menyerukan agar program senjata nuklir Korut harus dihentikan sebelum ada rudal yang mendarat di tanah Inggris. Meski demikian, Falon tidak ingin ada perang yang terjadi dengan negara serba tertutup tersebut. Ia lebih menekankan untuk mengambil solusi diplomatik terkait isu tersebut.

“Inggris Raya bekerja secepatnya di PBB untuk mendapat resolusi yang lebih baik demi mempertegas sanksi yang sudah berlaku. Kami melihat sanksi di Uni Eropa, dan tentu saja kami mencoba meyakinkan China untuk selalu mengawasi tetangganya itu,” ujar Michael Falon, dilansir Sky News, Minggu (10/9/2017).

Ia menambahkan, Amerika Serikat (AS) berhak sepenuhnya untuk mempertahankan wilayah, pangkalan militer, dan warganya dari serangan Korut. Inggris tidak boleh lengah. Sebab, London jauh lebih dekat dengan Korut beserta rudal-rudalnya daripada wilayah AS.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement