Image

Jadi Presiden Singapura, Halimah Yacob Ingin Berbagi Istana dengan Warganya

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 18:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 14 18 1776073 jadi-presiden-singapura-halimah-yacob-ingin-berbagi-istana-dengan-warganya-jmzFQ9Iuyo.jpg Presiden Singapura Halimah Yacob berkeliling istana sebelum mengucapkan sumpah jabatannya, Kamis (14/9/2017). (Foto: Koh Mui Fong/Today Online)

SINGAPURA - Petang ini Halimah Yacob resmi dilantik sebagai presiden ke-8 Singapura. Mengenakan blus coklat dan kerudung oranye, warna kampanye kepresidenannya, Halimah dengan khusyuk membaca sumpah jabatannya di Istana.

Upacara pengambilan sumpah jabatan Halimah Yacob sebagai presiden Singapura  disaksikan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Ketua Mahkamah Agung Singapura Sundaresh Menon.

 

"Saya benar-benar berpikir tentang pekerjaan yang harus kita lakukan, dan saya ingin segera mulai," ujar Halimah.

BACA JUGA: Sah! Halimah Yacob Resmi Dilantik Jadi Presiden Perempuan Pertama di Singapura

Channel News Asia, Kamis (14/9/2017) melansir, sebelum upacara pengambilan sumpah jabatan, Halimah juga diajak berkeliling Istana, termasuk taman. Ia juga bertemu para stafnya di Kantor Kepresidenan selama 6 tahun ke depan.

Di hadapan wartawan, Halimah mengaku sedang berpikir untuk berbagi tanah Istana dengan lebih banyak warga Singapura. Menukil Today Online, Halimah menyebut, melibatkan lebih banyak orang Singapura dan membuat Istana menjadi lebih mudah dijangkau rakyatnya menjadi agenda prioritas kepemimpinannya.

"Misalnya, kita punya taman herbal. Mungkin kita bisa mengundang para warga senior sebagai sukarelawan yang sesekali datang dan merawat taman itu, serta memanen berbagai buah, bumbu, cabai," tutur Halimah.

BACA JUGA: Jadi Presiden, Halimah Yacob Bawa Kesejukan untuk Hubungan Singapura di ASEAN

Ia menambahkan, "Saya juga berpikir, mungkin kita bisa menyelenggarakan piknik untuk anak-anak, di luar jadwal open house Istana?"

"Saya memahami bahwa kita harus melestarikan kewibawaan Istana, tetapi dengan mempertimbangkan hal itu, apakah kita bisa membuat Istana menjadi lebih mudah dijangkau warga Singapura? Ini adalah tempat yang indah, akan lebih indah jika bisa membaginya dengan lebih banyak warga," paparnya.

BACA JUGA: Hidup Sederhana, Halimah Yacob Tetap Tinggal di Flat Setelah Dilantik Jadi Presiden Singapura

BACA JUGA: Rumah Halimah Yacob Dijaga Ketat Polisi, Tetangga: Enggak Masalah

Halimah sendiri berpikir untuk tetap tinggal di flat yang telah menjadi rumahnya selama 30 tahun terakhir. Sejak ditetapkan sebagai presiden terpilih, pasukan keamanan pun menjaga kompleks apartemen berdinding bata merah muda itu dengan ketat.

Menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat pemilihan presiden, Halimah secara aklamasi ditetapkan sebagai presiden. Perempuan berhijab itu mengisi kekosongan etnis Melayu di tampuk kenegaraan sejak Yusof Ishak menjadi presiden pada 47 tahun lalu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini