Image

Aksi Massa Geruduk LBH Jakarta, GP Ansor: Sesama Anak Bangsa Harus Perkuat Soliditas

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Selasa 19 September 2017, 05:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 18 337 1778302 aksi-massa-geruduk-lbh-jakarta-gp-ansor-sesama-anak-bangsa-harus-perkuat-soliditas-AILNx0atji.jpg

Aksi Massa Geruduk LBH Jakarta, GP Ansor: Sesama Anak Bangsa Harus Perkuat Soliditas
JAKARTA - Sekelompok massa yang menamakan diri Anti-Komunis menggeruduk gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 17 September 2017. Massa memaksa masuk ke kantor LBH Jakarta memperotes acara diskusi bertajuk "Asik Asik Asik: Indonesia Darurat Aksi".
Dalam insiden tersebut sebanyak lima anggota kepolisian mengalami luka-luka saat mengamankan aksi massa yang mengepung gedung LBH Jakarta. Massa aksi sempat bertindak anarkis karena dilarang masuk oleh polisi.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jendral PP GP, Ansor Abdul Rochman mendorong, untuk dilakukannya pengkajian yang mendalam dan komperhensif terkait pengungkapan kasus PKI sejak 1948.
"PP GP Ansor menghargai dan menjunjung tinggi hak setiap warga negara untuk melakukan diskusi dan kajian atas sejarah peristiwa 1965/66, bahkan mendorong dilakukannya pengkajian yang mendalam dan komprehensif pengungkapan kasus PKI sejak 1948 secara terang benderang," ujar Abdul Rochman dalam keterangan tertulis, Selasa (19/9/2017).
Selain itu, Abdul Rochman juga mengimbau untuk tetap memperkuat soliditas untuk membendung paham yang anti Pancasila. 
"PP GP Ansor dalam kesempatan ini juga menyampaikan agar sesama anak bangsa memperkuat soliditas untuk menghadapi bahaya paham-paham yang merongrong NKRI, Pancasila dan kebhinekaan," lanjutnya. (feb)

JAKARTA - Sekelompok massa yang menamakan diri Anti-Komunis menggeruduk gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 17 September 2017. Massa memaksa masuk ke kantor LBH Jakarta memperotes acara diskusi bertajuk "Asik Asik Asik: Indonesia Darurat Aksi".

Dalam insiden tersebut sebanyak lima anggota kepolisian mengalami luka-luka saat mengamankan aksi massa yang mengepung gedung LBH Jakarta. Massa aksi sempat bertindak anarkis karena dilarang masuk oleh polisi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jendral PP GP, Ansor Abdul Rochman mendorong, untuk dilakukannya pengkajian yang mendalam dan komperhensif terkait pengungkapan kasus PKI sejak 1948.

"PP GP Ansor menghargai dan menjunjung tinggi hak setiap warga negara untuk melakukan diskusi dan kajian atas sejarah peristiwa 1965/66, bahkan mendorong dilakukannya pengkajian yang mendalam dan komprehensif pengungkapan kasus PKI sejak 1948 secara terang benderang," ujar Abdul Rochman dalam keterangan tertulis, Selasa (19/9/2017).

Selain itu, Abdul Rochman juga mengimbau untuk tetap memperkuat soliditas untuk membendung paham yang anti Pancasila. 

"PP GP Ansor dalam kesempatan ini juga menyampaikan agar sesama anak bangsa memperkuat soliditas untuk menghadapi bahaya paham-paham yang merongrong NKRI, Pancasila dan kebhinekaan," lanjutnya. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini