Image

Penyerangan dan Pengepungan Kantor YLBHI, Prabowo: Prinsipnya Semua Harus Damai

Febrianto, Jurnalis · Selasa 19 September 2017, 05:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 18 337 1778364 penyerangan-dan-pengepungan-kantor-ylbhi-prabowo-prinsipnya-semua-harus-damai-ov6A3tJwfL.jpg

Penyerangan dan Pengepungan Kantor YLBHI, Prabowo: Prinsipnya Semua Harus Damai
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi peristiwa penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diduga kelompok massa tertentu karena dituding menggelar kegiatan seminar tentang sejarah pembantaian PKI.
“Saya belum baca peristiwa itu. Prinsipnya semua harus damai, jangan seruduk-seruduk. Masalah semua bisa dibahas dengan baik dan sejuk. Berbeda pendapat itu baik dan biasa menurut saya,” kata Prabowo di Depok, Senin (18/9/2017).
Menurutnya, paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah. 
“Kita perlu memperkuat bangsa kita. Kalau ekonomi kuat, masyarakat kuat, rakyat sejahtera, maka perebedaan pendapat jadi biasa. Kita jangan mau diadu domba,” ucapnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga tidak mempermasalahkan pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) PKI. Pemutaran film yang popular di masa orde baru itu rencananya digelar serentak pada HUT TNI 5 Oktober 2017.
“Ini negara demokrasi. Kalau ada yang mau nonton silakan, enggak mau nonton silahkan,” ujarnya. (feb)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi peristiwa penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diduga kelompok massa tertentu karena dituding menggelar kegiatan seminar tentang sejarah pembantaian PKI.

“Saya belum baca peristiwa itu. Prinsipnya semua harus damai, jangan seruduk-seruduk. Masalah semua bisa dibahas dengan baik dan sejuk. Berbeda pendapat itu baik dan biasa menurut saya,” kata Prabowo di Depok, Senin (18/9/2017).

Menurutnya, paham radikal muncul karena ada ketidakadilan, kemiskinan serta penderitaan terhadap orang yang berada di lapisan paling bawah. 

“Kita perlu memperkuat bangsa kita. Kalau ekonomi kuat, masyarakat kuat, rakyat sejahtera, maka perebedaan pendapat jadi biasa. Kita jangan mau diadu domba,” ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini juga tidak mempermasalahkan pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) PKI. Pemutaran film yang popular di masa orde baru itu rencananya digelar serentak pada HUT TNI 5 Oktober 2017.

“Ini negara demokrasi. Kalau ada yang mau nonton silakan, enggak mau nonton silahkan,” ujarnya. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini