Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Dilantik Jadi Presiden, Chester Arthur Jadi Orang Ketiga yang Pimpin AS dalam 1 Tahun

Djanti Virantika , Jurnalis-Rabu, 20 September 2017 |06:10 WIB
HISTORIPEDIA: Dilantik Jadi Presiden, Chester Arthur Jadi Orang Ketiga yang Pimpin AS dalam 1 Tahun
Presiden ke-21 Amerika Serikat, Chester A Arthur. (Foto: Getty Images)
A
A
A

BANYAK hal dari negara Amerika Serikat (AS) yang menarik untuk diperbincangkan. Tak hanya masyarakat atau objek wisata, pemimpin di Negeri Paman Sam juga memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, negara yang telah berdiri selama 241 tahun itu sudah memiliki banyak pemimpin.

Semua orang yang memimpin negara tersebut tak pernah lepas dari perhatian dunia. Termasuk salah satunya Chester Alan Arthur.

Pada 20 September 1881, pria yang lahir di Vermont ini secara resmi dilantik sebagai Presiden ke-21 Amerika Serikat. Ia dilantik untuk menggantikan James Abram Garfield.

Menariknya, Arthur tak hanya menjadi presiden ke-21. Ia juga menjadi presiden ketiga AS yang memimpin pada tahun yang sama. Pada 1881, ada tiga orang di Amerika Serikat yang memimpin negara tersebut.

Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya dalam sejarah Amerika. Sebelumnya, tiga orang menjabat sebagai presiden dalam satu tahun juga pernah terjadi pada 1841. Saat itu, Martin Van Buren, William Henry Harrison, dan John Tyler memegang jabatan tersebut.

Sejatinya, masa kepemimpinan Chester A Arthur sebagai orang nomor satu di AS dimulai tepat 4 Maret 1881. Saat itu, jabatan Rutherford Birchard Hayes sebagai Presiden ke-19 Amerika Serikat telah habis. Setelah menjabat selama empat tahun mulai 4 Maret 1877, pria kelahiran Delaware, Ohio, Amerika Serikat, itu harus rela meninggalkan Gedung Putih. Hayes pun memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah lengser sebagai presiden Negeri Paman Sam.

Pemilihan presiden pun kembali dilakukan untuk menentukan siapa pemimpin baru Amerika Serikat. Setelah memenangi 10 ribu suara, James A Garfield resmi dikukuhkan sebagai presiden baru Amerika Serikat. Pria yang berasal dari Partai Republik ini, menunjuk Chester A Arthur sebagai wakilnya.

Di awal masa pemerintahannya, pria yang lahir pada 19 November 1831 itu berhasil memimpin AS dengan baik. Mantan Mayor Jenderal Tentara Amerika Serikat itu telah membuat beberapa program guna memajukan Negeri Paman Sam. Bersama Arthur, anak bungsu dari empat bersaudara itu merencanakan pembangunan secara besar-besaran di Amerika Serikat.

Namun, nasib malang harus menimpanya. Empat bulan setelah dilantik menjadi Presiden AS, Garfield ditembak oleh seorang pria bernama Charles J Guiteau. Penembakan itu terjadi ketika ia tengah berjalan di ruang tunggu stasiun kereta api di Washington DC. Guiteau mengaku telah membunuh Garfield karena dia menolak untuk memberi Guiteau sebuah janji politik.

Timah panas yang ditembakkan mengenai bagian punggung dan lengan suami dari Lucretia Rudolph Garfield itu. Akibatnya, Garfield menderita sakit parah dan harus menjalani perawatan secara intensif.

Setelah dirawat beberapa lama, sakit yang diderita Garfield tak kunjung sembuh. Melihat kondisinya yang tak juga membaik, keluarga pun memutuskan untuk memindahkannya ke rumah sakit di dekat rumahnya agar dapat berkumpul. Garfield akhirnya dipindahkan ke wilayah pantai Elberon.

Presiden ke-20 Amerika Serikat, James A Garfield dan wakilnya, Chester A Arthur. (Foto: Getty Images)

Selama Garfield menjalani pemulihan, Arthur pun diangkat menjadi pelaksana tugas (PLT) presiden. Ia diminta untuk menggantikan tugas-tugas yang seharusnya dikerjakan oleh presiden yang baru diangkat tersebut.

Setelah bertahan menahan rasa sakitnya selama 79 hari, presiden ke-20 Amerika Serikat itu mengembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal dunia pada 19 September 1881 karena keracunan darah. Berdasarkan hasil autopsi, luka tembakan tersebut mengakibatkan aneurisme atau pelebaran nadi akibat melemahnya dinding pembuluh nadi karena suatu penyakit. Masyarakat AS pun berduka. Pemakaman Garfield diadakan di tiga tempat.

Satu hari setelah Garfield meninggal dunia, Chester A Arthur dilantik sebagai presiden. Saat menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam, pria yang lahir pada 5 Oktober 1829 ini menunjukkan pola kepemimpinannya yang berbeda. Ia menjadi pemimpin yang tidak dapat dipengaruhi oleh politik. Padahal, sebelum menjabat sebagai presiden, ia adalah orang yang benar-benar aktif dalam bidang politik.

Karena sikapnya tersebut, partai yang sebelumnya mendukung pria itu, lama-kelamaan menjadi menjauh. Pasalnya, Arthur selalu mengorbankan keuntungan politik saat menjalankan tugasnya. Kepemimpinannya menimbulkan rasa permusuhan dengan para pendukungnya. Hal ini tentu saja memberikan kerugian besar terhadap partainya, yakni Partai Republik.

Selama masa kepemimpinannya yang berlangsung hingga 4 Maret 1885 itu, Arthur pernah melakukan beberapa hal yang membuat tokoh-tokoh politik di AS geram. Ia pernah menuntut beberapa tokoh Partai Republik di pengadilan. Tuntutan ini dilakukan karena orang-orang di partainya melakukan korupsi.

Tak hanya itu, Arthur juga pernah memveto pembagian anggaran belanja negara secara berlebihan guna menguntungkan partainya. Ia juga melarang orang China menjadi imigran ke Amerika Serikat.

Dalam pemerintahannya, Presiden ke-21 Amerika Serikat itu merombak besar-besaran susunan kepegawaian pemerintah. Ia membuat Komisi Kepegawaian Pemerintah dan memasukkan anggota partainya serta Partai Demokrat ke susunan pegawai.

Melalui badan itu, Arthur membuat peraturan yang fenomenal. Ia menerapkan aturan yang mewajibkan orang-orang yang ingin menjadi pegawai di beberapa instansi pemerintah harus mengikuti ujian tertulis. Dengan peraturan ini, pegawai-pegawai di pemerintahan sangat sulit untuk diganti.

Presiden Arthur dikenal dengan keangkuhannya. Sosoknya juga sangat identik dengan minuman keras. Menurut Rutherford B Hayes, Arthur adalah presiden yang sangat buruk.

Karena hal-hal buruk yang dilakukan selama menjabat sebagai presiden, Arthur pun hanya memimpin dalam satu periode. Pada pemilihan selanjutnya, partai-partai yang dulu mendukungnya telah berpindah ke kandidat lain. (DJI)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement