Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tipe Erupsi Eksplosif, Ini Proses Letusan Gunung Agung saat 1963

Nurul Hikmah , Jurnalis-Minggu, 24 September 2017 |15:43 WIB
Tipe Erupsi Eksplosif, Ini Proses Letusan Gunung Agung saat 1963
Gunung Agung. (foto: antara)
A
A
A

KARANGASEM - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) oleh PVMBG Badan Geologi sejak pukul 20.30 Wita, Jumat 22 September 2017. Setelah tidur sekian lama Gunung Agung memiliki indeks letusan di level 5 sehingga jika terjadi letusan diperkirakan 10 kali lipat dari Gunung Merapi di Jogjakarta yang berada pada level 4.

Kabid Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika mengungkapkan, Gunung Agung memiliki tipe erupsi yang eksplosif.

“Tipe erupsi (Gunung) Agung adalah eksplosif,” ujar Gede kepada Okezone, Minggu (24/9/2017).

[Baca Juga: Berada di Level 5, Gunung Agung Diprediksi Meletus Sepuluh Kali Lebih Besar dari Merapi]

Adapun letusan eksplosif ialah, erupsi yang menghasilkan produk jatuhan dan sebaran abu. Selain itu, tipe letusan eksplosif juga melontarkan bahan lepas, luncuran awan panas, aliran lava dan lahar.

“Menghasilkan produk jatuhan dan sebaran abu, lontaran bahan lepas, luncuran awan panas, aliran lava, dan lahar,” sambungnya.

Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1963 di hari pertama letusan diawali oleh kepulan-kepulan abu. Selanjutnya, di hari kedua mulai muncul aliran lava dari puncak ke lereng utara, kemudian ada bagian aliran lava gugur menjadi awan panas.

[Baca Juga: BNPB: 15.142 Jiwa Pengungsi Gunung Agung Tersebar di 125 Titik]

“Letusan abu dan pasir berlangsung sebulan. Setelahnya letusan besar berlangsung selama berbulan-bulan dan mereda setelah berlangsung setahun,” tandasnya.

Sebelumnya, sejak ditetapkannya status Awas (Level 4) Gunung Agung pada 22 September 2017 pukul 20.30 WITa, ribuan masyarakat melakukan evakuasi dan petugas juga mengangkut pengungsi ke luar dari daerah berbahaya.

Data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Bali hingga siang ini tercatat 15.142 jiwa pengungsi yang tersebar di 125 titik pengungsian. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pengungsi tersebar di tujuh kabupaten di sekitar Gunung Agung yaitu di Kabupaten Badung 5 titik (35 jiwa), Kabupaten Bangli 17 titik (465 jiwa), Kabupaten Buleleng 10 titik (2.423 jiwa), Kabupaten Denpasar 6 titik (343 jiwa), Kabupaten Giayar 9 titik (182 jiwa), Kabupaten Karangasem 54 titik (7.852 jiwa), Kabupaten Klungkung 21 titik (3.590 jiwa) dan Kabupaten Tabanan 3 titik (252 jiwa). (sym)

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement