Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terkait Isu Kebangkitan PKI, Putri Jenderal Nasution: Tetap Harus Waspada

Badriyanto , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2017 |19:11 WIB
Terkait Isu Kebangkitan PKI, Putri Jenderal Nasution: Tetap Harus Waspada
Putri Jenderal Nasution, Hendrianti Sahara Nasution (Foto: Badriyanto/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Putri Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Hendrianti Sahara Nasution tidak mau berkomentar banyak tentang isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagaimana marak diperbincangkan akhir-akhir ini, ia hanya menyarankan agar generasi muda selalu waspada.

"Kalau saya tetap harus waspada, percaya atau tidak percaya tetap waspada," kata Yanti di Museum Jenderal Besar AH Nasution, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).

Yanti merupakan salah satu saksi hidup gerakan penumpasan tujuh jenderal yang dilakukan oleh pasukan Cakrabirawa di bawah pengaruh orang-orang PKI pimpinan DN Aidit, dengan tuduhan sedang melakukan gerakan kudeta Presiden Soekarno yang sedang jatuh sakit.

Tujuh jenderal yang didasar PKI itu yakni Jenderal Besar AH Nasution, Jenderal Ahmad Yani, Letjen R Soepomo, Mayjen MT Haryono, Mayjen Soetojo Siswomiharjo dan Letjen S Parman. Dalam peristiwa 30 September 1965 itu, Nasution adalah satu-satunya jenderal yang lolos dari maut.

Yanti mengingat, agar generasi muda tidak melupakan sejarah kelam yang pernah dialami bang Indonesia. Dengan demikian, dapat memetik manfaat dari peristiwa yang telah terjadi sekaligus sebagai pelajaran untuk masa dengan bangsa dan negara.

"Di mana anak-anak tahu sejarah bisa mengontrol, ke depan bagaimana perjuangan ke depan karena kita tahu apa yang diperbuat dari bangsa ini," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement