Motif simbut berasal dari suku badui pedalaman di sunda yang kental dengan peradaban lama. Namun seiring dengan berjalannya waktu, para penduduk badui yang menerima modernitas mengembangkan batik ini di daerah pesisir Banten. Sehngga batik motif simbut dikenal juga dengan batik Banten.
7. Motif Parang (Pulau Jawa)
Motif parang ini tersebar hampir merata di seluruh Jawa. Mulai dari Jawa Tegah, Jogjakarta dan Jawa Barat semua memiliki motif batik parang. Biasanya bedanya hanya pada aksen dari batik motif parang tersebut.
Misalkan saja di Jogja ada motif parang rusak dan parang barong, di Jawa Tengah ada parang slobog, serta di Jawa Barat ada parang klisik. Parang sebenarnya berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya berbentuk seperti huruf “S” miring berombak memanjang.
8. Motif Kawung (Jawa Tengah)
Batik jawa tengah terinspirasi dari bentuk buah kolang kaling. Nah, bentuk kolang kaling yang lonjong tersebut disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif kuwung sering diidentikan dengan motif sepuluh sen kuno, karena bentuknya yang bulat dengan lubang ditengahnya.
Motif ini berasal dan berkembang di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Biasanya motifnya sama, hanya bedanya pada hiasan atau aksennya saja. Batik ini juga termasuk motif batik Indonesia yang paling banyak dipakai.
9. Motif Pring Sedapur (Magetan)