Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini! Lima Kasus Kematian Praja IPDN yang Sempat Heboh

Yudhistira Dwi Putra , Jurnalis-Selasa, 03 Oktober 2017 |08:10 WIB
Ini! Lima Kasus Kematian Praja IPDN yang Sempat Heboh
A
A
A

JAKARTA - Calon Praja Tingkat 1 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Lampung meninggal dunia ketika mengikuti pendidikan dasar (diksar) di lapangan Resmen Akademi Kepolisian Semarang, Minggu, 1 Oktober 2017.

Meski belum diketahui penyebab kematiannya, kepergian Dhea yang merupakan calon Praja angkatan 28 Tahun 2017 mengingatkan kita pada sejumlah kasus kematian Praja IPDN pada waktu-waktu sebelumnya.

Berikut rangkuman Okezone terkait sejumlah kasus kematian Praja IPDN:

1. Erry Rahman, 2000

Pada pertengahan tahun 2000, seorang Praja IPDN, Erry Rahman meninggal dunia setelah diduga dihukum oleh seniornya. Erry meninggal di Rumah Sakit Al Islam, Bandung pada 3 Maret 2000.

2. Wahyu Hidayat, 2002

Pada 2 November 2002, Wahyu Hidayat, seorang Praja baru IPDN meninggal akibat dianiaya oleh seniornya. Penganiayaan Wahyu berawal ketika dirinya dianggap lalai dalam menjalankan kegiatan ekstrakurikuler.

3. Cliff Muntu, 2003

Setahun berselang selepas kematian Wahyu, Cliff Muntu, seorang Praja IPDN lainnya meninggal pada tanggal 3 September 2003. Seperti Wahyu, Cliff meninggal setelah dianiaya oleh seniornya.

4. Rinra Sujiwa Syahrul Putra, 2011

27 Januari 2011, dunia pendidikan kembali tercoreng. Kekerasan yang menyebabkan tewasnya seorang Praja kembali terjadi di IPDN. Kali ini adalah Rinra Sujiwa Syahrul Putra, anak dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang menjadi korban.

Sehari setelah peristiwa kekerasan, Rinra sempat mendapat perawatan di rumah sakit, sebelum kembali ke Jatinangor pada tanggal 29 Januari. Namun nahas, hari itu menjadi hari terakhir bagi Rinra. Ia ditemukan tewas di dalam kamar asrama.

5. Jonoly Untayanadi, 2013

Setelah menanggalkan nama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan menggantinya dengan IPDN, kekerasan kembali terjadi. Kali ini, Jonoly Untayanadi, mahasiswa tingkat tiga IPDN Sulawesi Utara menjadi korban meninggal usai mengikuti ospek pada Jumat, 25 Januari 2013.

Sejatinya Jonoly sempat dilarikan ke rumah sakit ketika kritis dengan kondisi mulut yang mengeluarkan darah. Namun, sayang, nyawanya tak tertolong. Jonoly akhirnya meninggal di rumahnya di Tikala Baru, Manado, Kamis 24 Januari 2015.

(ydp)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement