Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meski Salahkan Tindakan Korut, Putin Tetap Mengecam Retorika Perang ke Pyongyang

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Rabu, 04 Oktober 2017 |13:26 WIB
Meski Salahkan Tindakan Korut, Putin Tetap Mengecam Retorika Perang ke Pyongyang
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam retorika perang terhadap rezim Korea Utara (Korut) yang dia sebut berbahaya. Namun, pemimpin Kremlin ini juga mengecam keras pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB oleh Pyongyang.

”Kami adalah saksi dari spanduk konfrontasi lain mengenai program rudal dan nuklir Korut,” kata Putin pada sebuah upacara presentasi kredensial yang dihadiri oleh sekelompok duta besar asing pada hari Selasa 3 Oktober 2017.

”Kami mengecam keputusan yang dibuat Pyongyang, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, namun mengipasi retorika militer adalah cara yang berbahaya,” papar Putin.

”Semua pihak harus menahan diri dan mencari solusi damai,” seru Presiden Rusia ini, seperti dikutip kantor berita Tass, Rabu (4/10/2017).

(Baca juga: Nah Lho, Rusia Anggap Kebijakan untuk Menghentikan Program Rudal Nuklir Korut Sesat dan Sia-Sia)

“Konflik dunia modern harus diselesaikan sesuai dengan banyak faktor yang sangat sensitif melalui pencarian kompromi,” imbuh dia.

Sementara itu,  rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un bersumpah akan membuat ”awan nuklir” di atas wilayah Jepang jika Tokyo nekat meminta lebih banyak sanksi dijatuhkan terhadap Pyongyang dengan tujuan melucuti program senjata nuklir dan rudalnya. Ancaman ini disampaikan melalui media pemerintah Pyongyang, KCNA.

(Baca juga: Ya Ampun! Korut Tuduh AS Miliki Aset Nuklir di Semenanjung Korea)

Dlam sebuah artikel yang mencerminkan kebijakan pemerintah, media itu menuduh Tokyo dan sekutunya Washington, berusaha mengatasi situasi di semenanjung dengan melawan Korut.

”Menghadapi ketegangan di semenanjung Korea adalah tindakan bunuh diri yang akan membawa awan nuklir ke kepulauan Jepang,” tulis KCNA dalam artikelnya.

Media yang dikelola pemerintah Kim Jong-un itu memperingatkan dampak mengerikan jika perang nuklir benar-benar terjadi. ”Kepulauan Jepang akan dilalap api dalam sekejap,” bunyi peringatan tersebut.”Ini terbukti dengan sendirinya.”

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement