Meski Arab Saudi membatasi warganya dalam kepemilikan senjata api, namun di negara ini justru warganya dapat dengan mudah memiliki atau membeli senjata api secara gampang. Tidak sedikit orang yang memiliki senjata api di Arab Saudi di gunakan sebagai alat pertahanan keamanan untuk membela diri dari kejahatan. Namun tidak sedikit kepemilikan senjata api di Arab Saudi di gunakan sebagai ajang untuk menjadi anggota militan tertentu.
Jumlah kepemilikan dari warga Arab Saudi akan senjata api tidak bisa di bilang kecil, karena menurut survey yang di lakukan oleh Universitas Swiss bertumpu pada nilai sekitar 35 persen. Warga Arab Saudi biasanya membeli Senjata api dari beberapa pasar gelap. Kebanyakan ketersediaan senjata api di pasar gelap di pengaruhi dari penyelundupan yang di datangkan dari negara penghasil senjata yaitu Rusia.
5. Amerika Serikat
Senjata api menjadi mesin pembunuh paling mematikan di Amerika Serikat. Di sana, semua warga negara bebas membeli senjata api dari jenis ringan seperti pistol laras pendek maupun yang berat seperti senapan serbu yang digunakan pelaku penembakan di Orlando.
Menurut data dari harian The Guardian, hampir sembilan dari 10 orang di Amerika Serikat merupakan pemilik senjata api. Dengan demikian, jika Anda kebetulan bertemu dengan penduduk Amerika Serikat, 90 persen kemungkinan dia pemilik pistol atau senapan serbu. Untuk mengatasi tingginya angka kematian tersebut, Presiden Barack Obama sudah berulang kali mengusulkan agar peredaran senjata dibatasi.(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.