Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tegas! MK Spanyol Larang Sidang Parlemen Catalunya untuk Deklarasi Kemerdekaan

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2017 |11:20 WIB
Tegas! MK Spanyol Larang Sidang Parlemen Catalunya untuk Deklarasi Kemerdekaan
Ribuan warga Catalunya mengikuti demonstrasi. (Foto: Ist/Sindonews)
A
A
A

MADRID - Mahkamah Konstitusi (MK) Spanyol melarang parlemen Catalunya menggelar sidang pada hari Senin, yang direncanakan untuk memproklamirkan kemerdekaan wilayah itu. Pemimpin Catalunya akan mendeklarasikan kemerdekaan setelah referendum digelar Minggu lalu.

“Hakim memerintahkan penghentian pleno yang telah diserukan pada Senin di parlemen (Catalunya),” bunyi putusan MK Spanyol yang disampaikan seorang juru bicara, pada hari Kamis 5 Oktober 2017.

Menurut MK, langkah tersebut akan menjadi pelanggaran konstitusi jika nekat dijalankan.

Perdana Menteri Spanyol Mario Rajoy telah memperingatkan pemerintah daerah Catalunya untuk tidak mengumumkan kemerdekaan setelah referendum yang digelar pada hari Minggu, 1 Oktober lalu.

(Baca juga: Alot! Spanyol Ogah Bermediasi Sebelum Pemimpin Catalunya Mundur)

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita EFE, Rajoy mengatakan bahwa solusi di Catalunya adalah segera kembali ke legalitas.”Sedini mungkin, bahwa tidak akan ada deklarasi kemerdekaan sepihak, karena dengan cara itu kejahatan yang lebih besar akan dihindari,” kata Rajoy, yang dilansir Jumat (6/10/2017).

Sementara itu, Ketua Parlemen Catalunya, Carme Forcadell mengatakan bahwa sesi hari Senin belum diadakan secara formal, namun keputusan MK untuk menangguhkannya merupakan pengekangan.”Membahayakan kebebasan berekspresi dan hak inisiatif anggota parlemen dan menunjukkan sekali lagi bagaimana pengadilan digunakan untuk memecahkan masalah politik,” kritik Forcadell.

(Baca juga: Puigdemont Serang Balik Raja Spanyol, Sebut Felipe VI Abaikan Aspirasi Jutaan Warga Catalunya)

Presiden atau pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont mengulangi seruannya untuk melakukan mediasi dan dialog dengan pemerintah Spanyol. Namun, dia tetap akan nekat membawa hasil referendum ke sidang parlemen.

“Pada hari Minggu kami mengadakan referendum di bawah situasi yang paling sulit dan memberi contoh tentang siapa kami,” katanya.

”Damai dan persetujuan adalah bagian dari diri kita sendiri. Kita harus menerapkan hasil referendum. Kita harus mempresentasikan hasil referendum ke parlemen,” ujarnya.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement