Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Juga Manusia Biasa, Ini Dia Tangis Haru Para Presiden Indonesia

Ahmad Sahroji , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2017 |07:32 WIB
Presiden Juga Manusia Biasa, Ini Dia Tangis Haru Para Presiden Indonesia
Presiden Ir Soekarno yang dikenal tegar dan kuat rupanya juga tak mampu membendung air mata (Foto: IST)
A
A
A

JAKARTA - Presiden merupakan posisi penting dalam sebuah pemerintahan. Kehadirannya sebagai orang nomer satu di sebuah negara, tak lantas membuatnya terkesan tahan 'segala cuaca'. Sebagaimana masyarakat biasa presiden pun bisa menangis.

Berikut tangis haru presiden Indonesia mulai dari Soekarno hingga Joko Widodo yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Soekarno

Sebagai orang paling berpengaruh untuk Indonesia, menunjukkan tangis akan sangat menurunkan wibawanya. Namun sejatinya Soekarno tetaplah seorang manusia biasa. Dihadapkan dengan berbagai konflik batin yang pahit seperti itu, ia pun menangis sejadi-jadinya.

Ia pernah beberapa kali terlihat menangis, salah satunya saat menghadiri pemakaman pahlawan revolusi Jendral Ahmad Yani salah satu pahlawan yang gugur dalam peristiwa G302/PKI. Sebenarnya ada hal perlu diketahui dari hubungan Soekarno dan A. Yani, sehingga kita bisa mengerti kenapa sang presiden begitu kehilangan sejak kematian sang Jendral. 

Percaya atau tidak, A Yani sedianya akan jadi presiden kedua kita. Secara tersirat Bung Karno menegaskan hal tersebut dalam sebuah pernyataan. “Yani, kalau kesehatan saya belum membaik kamu yang jadi presiden," tegas Bung Karno.

2. Soeharto

Presiden kedua Indonesia Soeharto juga pernah mengalami situasi yang membuat beliau tak mampu menahan cucuran air matanya. Peristiwa tersebut terjadi kala penasihat spiritualnya yang kemudian merangkap sebagai asisten pribadi Bidang Ekonomi dan Perdagangan bernama Soedjono Hoemardani meninggal dunia pada tanggal 12 Maret 1986 di Tokyo, Jepang. 

Keakraban Presiden Soeharto dan Soedjono Hoemardani terjalin kala sang Presiden ikut serta dalam organisasi Ikatan Mistikal di tahun 1957. Oleh karena itu pada saat sang Jenderal menguasai tampuk kepemerintahan Indonesia, Soedjono adalah salah satu orang terdekat yang ditunjuk masuk dalam daftar staf kepresidenan dan sering diperintahkan untuk memantau politik negara secara ghaib hingga jabatan tertingginya yakni asisten pribadi Bidang Ekonomi dan Perdagangan. 

Dikatakan oleh beberapa orang bahwa Presiden Soeharto tampak menangis di saat pemakaman Soedjono. Sepeninggalnya guru spiritualnya tersebut, Presiden Soeharto beralih mempelajari dan mendalami Islam dan mulai meninggalkan ajaran kebatinan Jawa.

3. Bacharuddin Jusuf Habibie

Selain sebagai mantan Presiden, BJ Habibie juga dikenal sebagai salah satu ilmuwan besar dunia yang berasal dari Indonesia, mampu menciptakan pesawat canggih dan memiliki 46 hak paten bidang aeronautika di dunia. 

Akan tetapi dibalik segala kecerdasan dan kehebatannya, BJ. Habibie pernah mengalami situasi paling menyedihkan yakni saat istri tercinta Ainun Habibie meninggal dunia mendahuluinya. 

Ketika jasad mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie diserahkan oleh pihak keluarga ke pemerintah. Habibie tak kuasa menahan rasa sedihnya. Kisah romantisme beliau berdua begitu dahsyat, kesetiaan Presiden BJ. Habibie dielu-elukan, pengabdian Ibu Ainun begitu banyak menginspirasi.

4. KH Abdurrahman Wahid

Presiden ke-4 Republik Indonesia atau yang akrab disapa Gus Dur merupakan salah satu tokoh besar dari Nahdlatul Ulama. Gus Dur dikenal sebagai seorang yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi meskipun tumbuh dan besar di kalangan para ulama agama Islam. 

Meski demikian dibalik sosok dan pribadinya yang jenaka, Gus Dur pernah menangis kala mendatangi keluarga seseorang yang menjadi korban peristiwa penembakan oknum TNI di daerah Desa Alas Tlogo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang sebelumnya terlibat bentrok dalam kasus pengadaan lahan. 

Dengan tak kuasa menahan air matanya, Gus Dur sempat berkata “Peluru yang dibeli dari uang rakyat kok digunakan untuk menembaki rakyat".

Gus Dur menunjukkan keadilan dan sikap bijaknya dengan mengangkat kasus ini di meja pengadilan dan menuntut oknum-oknum TNI yang bersangutan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

5. Megawati Soekarnoputri

Dibalik sifat serta sikapnya yang sering jadi panutan terutama bagi para perempuan Indonesia, ternyata ruang sensitifnya juga sama seperti manusia biasa. Megawati sering kedapatan berkaca-kaca, menangis dan terharu dalam beberapa peristiwa seperti ketika pidato, kunjungan daerah dan lain sebagainya. 

Salah satunya yang menyentuh hati adalah kala beliau membuka Kongres IV PDI-P di Bali tahun 2015 lalu. Ibu Megawati terhanyut dalam haru setelah membaca puisi berjudul “Aku Melihat Indonesia” ciptaan sang ayah Presiden pertama Ir H Soekarno. Mungkin kerinduan akan sosok ayah dan kenangan perjuangan pahlawan di masa lalu membuat beliau tak kuasa menahan air mata.

6. Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Indonesia yang pertama kali dipilih oleh rakyat adalah Presiden SBY yang menjabat selama dua periode yakni pada tahun 2004 – 2009 di periode pertama dan periode kedua pada tahun 2009 – 2014. Sosok SBY yang penuh kewibawaan menjadikan rasa aman bagi masyarakat Indonesia. 

Salah satu peristiwa bersejarah dan cukup membuat terharu siapa saja yang menyaksikannya adalah ketika Presiden SBY berpidato di Hari Kemerdekaan RI yang ke-69 tahun 2014 lalu dan disertai isakan tangis. 

Momen tersebut dianggap bersejarah karena sekaligus merupakan pidato terakhirnya sebagai Presiden RI yang akan segera digantikan oleh presiden terpilih selanjutnya yakni Jokowi. Salah satu kutipan isi pidato Presiden SBY saat itu adalah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia selama beliau memimpin Indonesia.

7. Joko Widodo

Siapa sangka, dibalik sosok sederhana dan tegas Presiden ke-7 RI ini ternyata tersimpan rasa sedih yang mendalam. Hati seorang Jokowi tersentuh tatkala bertemu dengan seorang perempuan yang tak lain adalah tetangganya semasa kecil di perkampungan kecil yang akhirnya digusur tahun 1971. 

Jokowi menangis karena merasa diingatkan kembali pada memori masa hidupnya yang serba kekurangan namun masih diberi kenikmatan oleh sang Pencipta. Bahkan wanita bernama Ibu Sutarti tersebut mengungkapkan kebanggaannya kala itu melihat Jokowi yang berhasil menjadi Gubernur untuk ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta.(fin)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement