Sultan Hamengku Buwono X Diminta Tunjuk Adiknya Jadi Penerus Tahta Raja Yogya

Prabowo, Okezone · Rabu 11 Oktober 2017 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 11 510 1793480 sultan-hamengku-buwono-x-diminta-tunjuk-adiknya-jadi-penerus-tahta-raja-yogya-bzH6FbKKx4.jpg (foto Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA - Calon penerus tahta Kraton Yogyakarta belum terlihat. Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Kraton Yogyakarta belum menunjuk siapa yang bakal meneruskan tahta. Sultan yang baru kemarin dilantik Presiden Jokowi, tak ingin membeberkan pada awak media perihal masalah suksesi itu.

Beragam elemen masyarakat yang tergabung dalam Majelis Pemufakatan Rakyat (MPR) Daerah Istimewa Yogyakarta berinisiaf agar ada calon penerus tahta. Mereka meminta Sultan Hamengku Buwono X X supaya menetapkan adik kandungnya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto sebagai calon penerus tahta.

Ketua MPR DIY Abdul Muhaimin melihat langkah Sultan HB X yang mengangkat putri sulungnya dengan nama gelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, kurang pas. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede ini melihat Mangkubumi merupakan gelar sebelum naik tahta sebagai Raja.

"Pengangkatan GKR Mangkubumi sebagai pewaris tata menyalahi aturan, ada budaya tata kehidupan di Keraton Yogya yang sudah berjalan ratusan tahun," katanya pada awak media di Yogyakarta, Rabu (11/10/2017).

Pernyataan itu disampaikan usai menyerahkan maklumat penetapan KGPH Hadiwinoto sebagai calon penerus tahta pada Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Cakradiningrat, perwakilan putra-putri almarhumSultan HB IX di Ndalem Yudhanegaran, Jalan Ibu Ruswo, Yogyakarta.

Salah satu alasan memunculkan nama KGPH Hadiwinoto untuk menjaga keutuhan Kasultanan Mataram Islam Ngayogyokarto Hadiningrat. Mereka khawatir kelangsungan Hamengku Buwono terputus jika Raja Kraton Yogyakarta seorang perempuan.

Muhaimin mengatakan, pengangkatan putri sulung Sultan dengan gelar Mangkubumi dinilai tidak sesuai dengan hasil pemufakatan keluarga yang pernah dilakukan pada 7 Maret 1989. Dalam rapat pemufakatan itu, salah satu keputusan adalah mengangkat Sultan Hamengku Buwono X sebagai penerus tahta.

Muhaimin mengaku bukan dari internal Kraton. Untuk itu, pihaknya meminta supaya ahli waris atau keturunan HB IX mengelar musyawarah besar untuk menentukan siapa calon penerus tahta.

"Harapan kami agar KGPH Hadiwinoto yang tak lain adik Sultan HB X sebagai penerus tahta," jelasnya.

Sementara GBPH Cokrodiningrat yang menjadi wakil anak-anak ahli waris alm Sultan HB IX menyatakan bahwa surat dari MPR DIY ini akan dibawa dalam rapat keluarga. Ia juga belum bisa memberi tangapan perihal keinginan MPR DIY agar saudaranya, KGPH Hadiwinoto sebagai putra mahkota.

"Kami rembugan (dialog) dulu dengan semua ahli waris, tak hanya di Yogya, tapi juga dengan saudara di Jakarta. Kita juga ingin yang terbaik untuk Kraton Yogyakarta dan masyarakat," kata salah satu putra HB IX ini.

Sebagaimana diketahui, belum ada sejarah Raja Kraton Yogyakarta dipimpin perempuan. Sementara Sultan HB X sendiri tidak memiliki seorang putra, karena lima anaknya berjenis kelamin perempuan.

Apakah salah satu dari lima putrinya itu yang akan meneruskan tahta atau adik laki-lakinya Sultan ? Belum ada yang bisa memastikan. Pro kontra raja perempuan hingga saat ini masih menjadi pembicaran hangat di masyarakat, khususnya Yogyakarta.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini