Share

Rayakan 60 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Laos Sepakat Kukuhkan Sentralitas ASEAN

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 12 Oktober 2017 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 12 18 1794096 rayakan-60-tahun-hubungan-diplomatik-indonesia-laos-sepakat-kukuhkan-sentralitas-asean-P2hdvybafS.jpg Presiden Joko Widodo dan PM Laos Thongloiu Sisoulith di Istana Bogor, Kamis 12 Oktober 2017. (Foto: Antara)

 JAKARTA - Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Laos terjalin sejak 6 dekade lalu. Selama 60 tahun bermitra, kedua negara pun memiliki kesamaan pandangan, termasuk soal kawasan.

Saat menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith beserta istrinya, Naly Sisoulith, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017), ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, 2017 merupakan tahun yang istimewa bagi Indonesia dan Laos mengingat kedua negara merayakan 60 tahun hubungan diplomatik.

"Banyak yang telah kita capai dalam 60 tahun terakhir," kata Jokowi.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Menerima Perdana Menteri Laos di Istana Bogor

Jokowi menjelaskan, hubungan Indonesia-Laos yang telah terjalin selama 60 tahun itu akan membuka peluang untuk membawa hubungan bi‎lateral yang lebih dalam perayaan 50 tahun terbentuknya ASEAN.

"Sebagai anggota ASEAN, kami sepakat bahwa kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat penting. Itu agar ASEAN senantiasa relevan bagi anggota dan masyarakat serta dapat lebih berkontribusi bagi dunia," imbuh Jokowi.

BACA JUGA: Jalin Hubungan 60 Tahun, Indonesia-Laos Prioritaskan Kerjasama Perdagangan, Pertahanan dan Keamanan

Saat menyambut PM Thongloun, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dan jajaran menteri dalam Kabinet Kerja. Kedatangan PM Thongloun yang diiringi rombongan pejabat dan pengusaha Laos disambut dengan upacara kenegaraan.

Presiden Jokowi bersama PM Thongloun juga berfoto bersama, berbincang akrab dalam veranda talk, menggelar pertemuan bilateral, menandatangani nota kesepahaman, serta menyampaikan pernyataan pers bersama. Sebelum berakhirnya agenda kunjungan resmi itu, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menjamu PM Thongloun dan rombongan dalam sesi makan siang.

BACA JUGA: Bertemu di Istana Bogor, Jokowi dan PM Laos Bahas Krisis Kemanusiaan Rohingya

Pertemuan antara Jokowi dan PM Thongloun membahas berbagai hal, termasuk krisis kemanusiaan yang menimpa para etnis minoritas Rohingya di Myanmar. Kedua pemimpin negara juga sepakat untuk memprioritaskan kerjasama bilateral di bidang perdagangan, pertahanan keamanan, pendidikan hingga sosial budaya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga berjanji akan menyediakan pesawat dana alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dibutuhkan Laos.

BACA JUGA: Jokowi: Indonesia Siap Menyediakan Pesawat dan Alutsista yang Diperlukan Laos

BACA JUGA: Terima PM Laos di Istana Bogor, Jokowi Hidangkan Karedok dan Soto Mi

"Saya percaya bahwa hubungan bilateral yang sangat baik antara kedua negara selama 60 tahun dan di masa yang akan datang harus dapat dinikmati oleh masyarakat kedua negara. Karena itu kita akan terus meningkatkan kerjasama demi kemakmuran masyarakat kedua negara," ujar Jokowi.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini