Image

Presiden AS Nyatakan Iran Tak Patuhi Kesepakatan Program Nuklir

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 14 Oktober 2017, 02:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 14 18 1795230 presiden-as-nyatakan-iran-tak-patuhi-kesepakatan-program-nuklir-TBXRRWwh2o.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberikan pukulan keras pada kesepakatan program nuklir Iran yang disepakati oleh Teheran dan enam kekuatan dunia, termasuk AS, pada 2015. Trump memilih untuk tidak memberikan sertifikasi bahwa Iran telah menaati perjanjian tersebut.

Trump direncanakan akan memberikan pidato yang akan menjelaskan lebih jauh lagi mengenai sikap konfrontasional AS terhadap program nuklir dan rudal Iran serta dukungan Negeri Para Mullah itu untuk kelompok-kelompok militan di Timur Tengah.

BACA JUGA: Menlu Iran: AS Akan Tinggalkan Perjanjian Program Nuklir

Trump juga akan memberi kewenangan yang luas kepada Departemen Keuangan AS untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap orang-orang dan entitas di militer Iran, Garda Revolusi Iran. Langkah itu ditujukan sebagai tanggapan atas apa yang Washington sebut sebagai upaya Teheran untuk mengacaukan dan melemahkan lawan-lawannya di Timur Tengah.  

Keputusan Trump untuk mendesertifikasi kesepakatan program nuklir Iran tidak akan menarik Amerika Serikat dari kesepakatan tersebut, yang dinegosiasikan oleh AS dan kekuatan dunia lainnya selama masa pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

Keputusan Trump tersebut akan member waktu 60 hari untuk Kongres A.S. untuk memutuskan apakah akan menjatuhkan kembali sanksi ekonomi AS kepada Teheran yang sempat dicabut berdasarkan kesepakatan tersebut.

Jika Kongres menerapkan kembali sanksi kepada Iran, maka AS akan melanggar persyaratan dan kesepakatan nuklir kemungkinan akan batal. Jika Kongres tidak melakukan apapun, kesepakatan tetap berlaku.

Trump akan berusaha meyakinkan Kongres AS untuk menyetujui beberapa tindakan terpisah untuk memperkuat kebijakan AS terhadap Iran. Namun, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengakui bahwa strategi ini mungkin tidak akan berhasil.

"Apa yang kami susun di sini adalah jalur yang menurut kami memberi kita platform terbaik untuk mencoba memperbaiki kesepakatan program nuklir Iran ini. Kami mungkin tidak berhasil. Kami mungkin tidak bisa memperbaikinya. Dan jika kami tidak bisa, kami mungkin akan keluar dari kesepakatan, " kata Tillerson sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (14/10/2017).

BACA JUGA: Menhan AS Beda Pendapat dengan Trump soal Perjanjian Nuklir Iran, Kok Bisa?

Langkah Trump ini akan menempatkan Washington pada posisi yang berseberangan dengan penandatangan lain kesepakatan tersebut, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China, Uni Eropa dan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir Trump mendapat banyak tekanan dari anggota parlemen AS dan para pemimpin Eropa untuk mensertifikasi kesepakatan program nuklir Iran karena tim pemeriksa internasional mengatakan bahwa Iran menaati kesepakatan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini