Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berpidato di KTT D8, Menlu Retno Tekankan Perlunya Peran Negara Anggota dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2017 |20:11 WIB
Berpidato di  KTT D8, Menlu Retno Tekankan Perlunya Peran Negara Anggota dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi berpidato di KTT D8 di Turki. (Foto: Kemenlu)
A
A
A

ISTANBUL - Menjadi salah satu pembicara di Development Eight (D8) atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 di Istanbul, Turki, Menteri Luar (Menlu) Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyampaikan pentingnya kontribusi negara-negara anggota. KTT kali ini mengambil tema ‘Expanding Opportunities to Colaboration’ yaitu membahasa mengenai komitmen politik negara anggota, yakni Mesir, Pakistan, Nigeria, Indonesia, Turki, Malaysia, Bangladesh, dan Iran.

Menlu Retno menyampaikan bahwa capaian kerja sama D8 saat ini masih belum sepenuhnya memanfaatkan potensi dan kesempatan yang ada. Ia menilai dengan tantangan negara-negara anggota D8 kian besar seiring dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Perempuan asal Semarang itu, mengajak negara anggota D8 untuk memperkuat kerjasama sesuai dengan mandat piagam D8.

“Kita harus terus membuat organisasi D8 tetap menjadi sebuah platform ekonomi yang relevan, memastikan agar dapat berkontribusi secara nyata kepada kesejahteraan rakyat. Kita harus mengubah D8 menjadi organisasi yang lebih kuat, melakukan kerja sama nyata sesuai piagam D8,” tegas Menlu Retno.

Baca Juga: Mantap! Hadiri KTT D8 di Turki, Wapres JK Akan Dorong Kerjasama dalam Bidang Maritim

Lebih lanjut, Menlu RI menekankan bahwa kedepan, kerja sama D8 harus diarahkan kepada bidang-bidang yang dapat secara langsung membawa kesejahteraan bagi semua rakyat di negara anggota. Kerja sama D8 ditekankan harus juga dapat mengurangi kesenjangan antara yang miskin dan kaya. Pengarahan yang lebih spesifik tersebut dinilai penting mengingat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi sering menjadi akar masalah dari berbagai kejahatan lintas batas termasuk perdagangan narkoba dan terorsime.

“Bidang-bidang kerja sama D8 harus bisa mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin, seperti di bidang pertanian, UMKM, infrastruktur dan konektivitas, serta kelautan” imbuh Menlu Retno sebagaimana rilis yang diterima Okezone, Kamis (19/10/2017).

Selain itu, Menlu RI juga menekankan pentingnya partisipasi dan keterlibatan lebih luas dari sektor swasta termasuk UMKM dalam berbagai kerja sama ekonomi D8. Menlu Retno menyampaikan jika kemitraan Pemerintah yang kuat dengan sektor swasta akan meningkatkan pemberdayaan ekonomi.

Selaras dengan tema pertemuan D8, dalam pidatonya Menlu Retno mengajak seluruh negara anggota D8 untuk dapat memperluas peluang melalui kerja sama Selatan-Selatan yang lebih erat. Kerja sama Selatan-Selatan yang kuat dinilai akan dapat berkontribusi dalam mendorong kemandirian negara-negara berkembang dalam pembangunan ekonomi di tengah tantangan global yang semakin besar.

Baca Juga: Mantap! Pimpin Rapat Menteri di PBB, Menlu Retno Tekankan Pentingnya Jaga Perdamaian Dunia

D-8 dibentuk melalui Deklarasi Istanbul pada tanggal 15 Juni 1997 dengan tujuan untuk menghimpun kekuatan negara-negara berpenduduk muslim dalam memperkuat ekonomi. Tahun 2017 menandai 20 tahun kerja sama D-8 dan di bawah kepemimpinan Turki, telah ditetapkan 6 area prioritas kerja sama yaitu perdagangan, perindustrian, pertanian, energi, perhubungan dan pariwisata.

Setelah Pertemuan Tingkat Menteri, akan diadakan pula Konferensi Tingkat Tinggi D8 yang akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. KTT D8 diharapkan akan menghasilkan 2 (dua) buah dokumen akhir Istanbul Declaration 2017 dan D8 Istanbul Plan of Action.

(Rufki Ade Vinanda)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement