CANBERRA – Walau Kota Marawi diklaim sudah bebas dari cengkeraman teroris, ancaman militan radikal masih membayangi Filipina. Beruntung, negerinya Rodrigo Duterte itu mendapat uluran tangan negara tetangga. Australia mengumumkan akan meluaskan bantuan keamanannya ke Filipina demi menangkal penyebaran terorisme di wilayahnya.
Dibutuhkan waktu 154 hari untuk militer Filipina bisa membebaskan Kota Marawi dari kelompok teroris. Lambannya operasi militer tersebut membuat sejumlah pihak memandang situasi ini mencerminkan kurangnya pengalaman tentara Filipina bertempur di wilayah perkotaan.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (24/10/2017), konflik di Marawi secara resmi berakhir kemarin. Filipina melaporkan, pertempuran itu menyebabtkan setidaknya 920 anggota militan radikal, 165 tentara dan 45 warga sipil yang meregang nyawa.
BACA JUGA: Mantap! Militer Filipina Berhasil Rebut Markas Militan di Marawi