Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal PKL Tanah Abang, Wagub Sandi Uno Minta Walkot Jakpus Segera Membenahi

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 28 Oktober 2017 |03:01 WIB
Soal PKL Tanah Abang, Wagub Sandi Uno Minta Walkot Jakpus Segera Membenahi
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya bakal menginstruksikan Wali Kota Jakarta Pusat untuk segera membenahi permasalahan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang.

Sandi menuturkan, pembenahan PKL Tanah Abang tidak harus dengan cara menertibkan keberadaannya, tapi bisa dengan cara para pedagang harus diberikan suatu program khusus.

"Karena belum ada pengaturan yang terintegrasi. Ini saya akan serahkan kepada Pak Wali Kota sebagai wilayah untuk yang lead team-nya. Kita ingin itu (Tanah Abang) ditata dengan baik," kata Sandi di gedung eks Kodim Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat 27 Oktober 2017.

Menurut dia, pengelolaan keberadaan PKL tak hanya "panas" di awalnya. Ia mengimbau agar dilakukan secara berkelanjutan hingga mereka tak lagi menggelar lapak dagangannya di kawasan terlarang di Tanah Abang.

"Bukan penertiban, tapi juga kita harus ada program yang bisa menerima mereka. Bisa menata mereka dengan baik," jelas Sandi.

Lebih lanjut ia menanggapi perihal banyaknya pusat perbelanjaan di Ibu Kota yang gulung tikar. Sandi mengungkapkan, masyarakat tak perlu khawatir dengan fenomena tersebut karena masih banyak toko yang ramai dikunjungi pembeli.

"Kita enggak usah menyalahkan pemerintahan sebelumnya atau menyalahkan siapa pun juga, yang penting kita melihat ke depannya kayak gimana. Saya melihat ada yang sepi, ada juga yang ramai," tukasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement