Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HARI SUMPAH PEMDUA: Pemuda Ini Jadi Orang Tua Asuh Harimau Benggala

Oris Riswan , Jurnalis-Sabtu, 28 Oktober 2017 |10:55 WIB
HARI SUMPAH PEMDUA: Pemuda Ini Jadi Orang Tua Asuh Harimau Benggala
Alshad Kausar jadi orang tua asuh harimau benggala (Foto: Okezone/Oris Riswan)
A
A
A

BANDUNG - Bagi mayoritas orang, harimau benggala adalah hewan yang menakutkan. Tapi, Alshad Kausar (22) justru tergila-gila dengan hewan tersebut danmenjadi orang tua asuh harimau benggala koleksi Kebun Binatang Bandu ng (KBB).

Ia terpilih dari sekian banyak peminat program orang tua asuh harimau yang digelar beberapa waktu lalu. Dari hasil seleksi, Alshad dinilai sebagai orang yang layak menjadi pemenang program tersebut.

Sebagai orang tua asuh, Alshad punya akses istimewa. Ia bisa kapan saja bertemu harimau yang diberi nama Eshan tersebut. Tak ada biaya masuk ke lokasi.

Eshan sendiri tetap berada di kandangnya sejak lahir hingga kini. Sebab, program orangtua asuh itu tidak serta-merta membuat Eshan bisa dibawa pulang ke rumah sang orangtua asuh.

Sebagai orang tua asuh, Alshad punya kewajiban untuk memenuhi seluruh kebutuhan pakan Eshan. Ia pun menguras uang tabungannya dari hasil menyisihkan uang jajan dan usahanya membantu orangtua.

Ia pun mengungkap alasannya berminat menjadi orangtua asuh harimau. Ia mengaku merupakan pecinta satwa. Hal itu merupakan 'turunan' dari keluarganya yang sama-sama pecinta satwa. "Saya sendiri suka banget sama harimau dari dulu," kata Alshad.

Program orangtua asuh sendiri hanya berjalan sekira setahun. Setelah setahun, status sebagai orangtua asuh akan terlepas dan kewajibannya memenuhi kebutuhan pakan juga akan dibebaskan.

Sementara saat ini, mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan akuntansi itu hampir setiap hari datang ke KBB untuk bertemu Eshan. Ia selalu bercengkrama dengan sang harimau.

Karena merupakan hewan buas, menurutnya perlu intensitas tinggi untuk berinteraksi dengannya. Sehingga, Eshan akan menjadi lebih jinak.

Meski begitu, ia seringkali menjadi korban dari anak asuhnya tersebut. Banyak bagian tubuhnya yang sering dicakar atau digigit. Tapi, semuanya masih dalam batas wajar dan tidak berakibat buruk.

"Saya sendiri cukup banyak waktu untuk berinteraksi dengan Eshan. Karena sudah semester akhir, jadi banyak waktu luang. Biasanya saya setengah hari ada di sini (berinteraksi dengan Eshan)," tuturnya.

Sementara sebagai orangtua asuh, Alshad mengaku tidak memiliki niat untuk sekedar gaya. Ia punya misi tersendiri yang ingin disampaikan kepada publik.

Ia ingin mengingatkan agar publik mencintai satwa, apalagi terhadap satwa yang terancam punah. "Harapannya masyarakat lebih cinta satwa, lebih menyadari pentingnya pelestarian karena harimau ini sangat langka. Menyadarkan masyarakat pentingnya melestarikan satwa lain juga penting," pungkasnya.

(fin)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement