JAKARTA - Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda Indonesia seharusnya tidak apatis terhadap politik. Nyatanya, saat ini kaum muda justru tersisihkan dalam dunia politik Tanah Air.
Hal itu disampaikan Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra. Menurutnya, kaum muda hanya dibutuhkan saat momen tertentu seperti saat pemilu atau pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Ini penyingkiran sistematis kaum muda dalam politik. Politisi tidak suka dengan gagasan pembaharuan yang diwakili kaum muda. Akibatnya, kaum muda hanya disapa jelang pemilu, setelah itu dilupakan," jelas Surya dalam diskusi Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP) yang bertajuk Peran Pemuda Indonesia Merajut Nilai Kebangsaan di Tengah Ancaman Intoleransi dan Korupsi di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.
BACA JUGA: Hary Tanoe: Partai Politik Adalah Wadah untuk Berjuang Generasi Muda