JAKARTA - Peristiwa teror penyiraman dengan air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah memasuki hari yang ke 203. Namun, penyidik Polda Metro Jaya masih berhasil mengungkap pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, anak buahnya sudah bekerja secara maksimal untuk mengungkap. Mengenai hasil penyelidikan, kata Argo, itu sangat tergantung dengan tingkat kesulitan perkara tersebut.
Argo juga menegaskan, meski terkesan lama kasus tersebut bukan berarti dihentikan, hingga saat ini penyidik selalu berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi untuk dijadikan petunjuk polisi dalam mengungkap misteri teror tesebut.
"Tetep berjalan, proses penyelidikan, masih tetep mencari saksi yang melihat ada tidaknya. Kemarin periksa sekian ratus CCTV, yang belum dateng, kita datengi lagi," terangnya.
Mengenai sketsa wajah diduga pelaku, polisi juga masih berupaya memperbaikinya. Pasalnya, sketsa yang telah dibuat itu ternyata belum akurat dan bahkan setelah ditunjukkan ke dua orang saksi mereka berbeda pendapat sehingga membutuhkan waktu untuk memperbaiki kembali.
"Kita masih cek (sketsa) karena ada perbedaan pendapat. Satu orang bilang begini, satu orang bilang begitu," tandasnya.
Sekedar diketahui, kasus penyiraman dengan air keras itu terjadi pada 11 April 2017 silam. Saat itu Novel Baswedan menunaikan salat Subuh di Masjid Al Ikhsan yang tidak jauh dari kediamannya di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan tiba-tiba diteror oleh orang tidak dikenal (OTK).
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.